Gauff Tersingkir di Babak Ketiga, Juara Bertahan French Open Berguguran
Baca dalam 60 detik
- Coco Gauff, juara bertahan French Open, kalah dari Anastasia Potapova dalam tiga set yang sengit.
- Kekalahan ini menambah daftar panjang unggulan yang gugur lebih awal di Roland Garros, termasuk Sinner dan Djokovic.
- Potapova, yang belum pernah lolos ke perempat final Paris, kini menjadi ancaman baru di turnamen.

Juara bertahan French Open, Coco Gauff, harus mengakui keunggulan Anastasia Potapova pada babak ketiga, Sabtu (4/6). Unggulan keempat asal Amerika Serikat itu kalah 4-6, 7-6 (7-1), 6-4 dalam pertandingan yang diwarnai perubahan momentum drastis.
Kekalahan ini menjadikan Gauff sebagai nama besar terbaru yang tersingkir di pekan pertama Roland Garros. Sebelumnya, unggulan teratas putra Jannik Sinner dan legenda 24 gelar Grand Slam Novak Djokovic juga sudah angkat koper lebih awal. Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar soal konsistensi para pemain top di turnamen tanah liat tersebut.
Bagi Potapova, kemenangan atas petenis berusia 22 tahun itu merupakan pencapaian terbesar di Paris. Pemain asal Austria tersebut untuk kedua kalinya melaju ke babak keempat, setelah sebelumnya gagal menembus perempat final. "Saya kram sedikit, tapi tidak apa-apa. Saya sangat bahagia," ujar Potapova usai pertandingan. "Coco adalah juara sejati dan saya sangat menghormatinya. Saya bangga bisa bertahan dan berjuang sampai poin terakhir."
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Gauff kehilangan game servis pembuka, namun bangkit dengan memenangkan empat game beruntun untuk merebut set pertama. Potapova membalas di set kedua dengan groundstroke dalam yang merepotkan Gauff, unggul dua break sebelum akhirnya memenangkan tie-break 7-1. Di set penentu, pertahanan solid Potapova memaksa Gauff melakukan banyak kesalahan, dan break krusial di game kesembilan memastikan kemenangan.
Kekalahan ini menyoroti inkonsistensi Gauff musim ini. Setelah memenangkan gelar Grand Slam pertamanya di AS Terbuka 2023 dan mengulang sukses di Prancis tahun lalu, ia belum pernah memenangkan turnamen pada 2026. Dalam pernyataannya, Gauff mengakui masalah mental saat momen krusial. "Saya merasa berlatih dengan baik, tetapi saat momen tiba, saya tidak bisa menerjemahkannya. Saya bersaing dan berjuang keras, tapi tidak bermain seperti yang saya inginkan di poin-poin penting," katanya.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kejutan di Roland Garros ini mengingatkan pada betapa ketatnya persaingan tenis putri saat ini. Tidak ada lagi dominasi mutlak; setiap pertandingan bisa menjadi jebakan bagi unggulan. Potapova, yang sebelumnya tidak diunggulkan, kini menjadi kuda hitam yang patut diwaspadai. Langkahnya selanjutnya melawan Kalinskaya akan menjadi ujian apakah ia bisa mempertahankan performa dan menembus perempat final untuk pertama kalinya.
Pertanyaan besarnya: mampukah Gauff bangkit kembali setelah kegagalan mempertahankan gelar? Atau akankah era baru petenis seperti Potapova mulai mendominasi panggung Grand Slam? Hanya waktu yang akan menjawab.



