Pesta Ulang Tahun Swiatek Berakhir Pahit: Tersingkir di Prancis Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Iga Swiatek, juara bertahan empat kali Prancis Terbuka, tersingkir di babak keempat setelah dikalahkan Marta Kostyuk 7-5, 6-1.
- Kostyuk, yang belum terkalahkan di tanah liat sepanjang 2026, menunjukkan performa konsisten dan percaya diri tinggi.
- Kekalahan ini menambah daftar panjang unggulan yang gugur lebih awal di Roland Garros tahun ini.

Kekalahan mengejutkan mewarnai perayaan ulang tahun ke-25 Iga Swiatek. Petenis nomor tiga dunia asal Polandia itu harus mengakui keunggulan Marta Kostyuk dalam pertandingan babak keempat Prancis Terbuka, Selasa (2/6/2026) waktu setempat. Unggulan ke-15 asal Ukraina itu menang straight set 7-5, 6-1 di Lapangan Philippe Chatrier, memupus harapan Swiatek untuk mempertahankan mahkota 'Ratu Tanah Liat'.
Swiatek, yang telah mengoleksi empat gelar di Roland Garros, tampil inkonsisten sejak awal. Ia sempat menunjukkan kilasan permainan brilian saat mengembalikan bola, namun kesalahan sendiri—termasuk dua kali double fault—menjadi bumerang. Kostyuk, yang sebelumnya belum pernah memenangi satu set pun dalam tiga pertemuan sebelumnya, tampil percaya diri dan agresif. Pukulan groundstroke kerasnya terus menekan Swiatek hingga akhirnya memastikan tempat di perempat final untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Kekalahan Swiatek menambah daftar panjang unggulan yang tumbang lebih awal di Roland Garros tahun ini. Sebelumnya, petenis nomor satu dunia Jannik Sinner, juara 24 Grand Slam Novak Djokovic, dan juara bertahan Coco Gauff juga sudah angkat koper. Fenomena ini menunjukkan persaingan yang semakin ketat di tenis putra dan putri, di mana tak ada lagi dominasi mutlak.
Di sisi lain, Kostyuk akan berhadapan dengan sesama petenis Ukraina, Elina Svitolina, di perempat final. Svitolina, unggulan ketujuh, melaju setelah mengalahkan Belinda Bencic 4-6, 6-4, 6-0. Laga ini dipastikan akan menarik perhatian, mengingat kedua pemain sama-sama dalam performa terbaik.
Sementara itu, Sorana Cirstea, petenis Romania berusia 36 tahun, juga menorehkan kisah manis. Ia lolos ke perempat final Prancis Terbuka untuk kedua kalinya—17 tahun setelah penampilan pertamanya di babak delapan besar pada 2009. Cirstea mengalahkan pemain kualifikasi asal China, Wang Xiyu, dengan skor 6-3, 7-6 (7-4). Kemenangan ini melanjutkan performa impresifnya di musim perpisahan, setelah sebelumnya mengalahkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di Roma.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kejutan di Roland Garros ini menjadi pengingat bahwa konsistensi dan mental juara adalah kunci di level tertinggi. Swiatek, yang menjadi idola banyak petenis muda Asia, harus segera bangkit untuk mempertahankan gelar Wimbledon akhir bulan ini. Pertanyaan besarnya: mampukah Kostyuk melanjutkan tren positif dan menjadi juara baru Prancis Terbuka?



