Tiafoe Kehilangan Raket Usai Menang, Iming-iming Tiket Gratis untuk Pengembalian
Baca dalam 60 detik
- Petenis Amerika Frances Tiafoe kehilangan raketnya saat merayakan kemenangan di Prancis Terbuka setelah seorang penonton mengambilnya.
- Melalui Instagram, Tiafoe meminta pengembalian raket dengan imbalan dua tiket pertandingan berikutnya.
- Insiden ini terjadi di tengah upaya Tiafoe dan petenis AS lainnya untuk mengakhiri puasa gelar Grand Slam putra sejak 2003.
Petenis Amerika Serikat, Frances Tiafoe, harus kehilangan raket kesayangannya setelah memenangi laga sengit di Prancis Terbuka. Bukan karena rusak atau hilang di lapangan, melainkan diambil oleh seorang penonton yang ikut larut dalam euforia kemenangan. Tiafoe pun meminta bantuan publik melalui media sosial, menawarkan imbalan dua tiket pertandingan berikutnya bagi siapa pun yang mengembalikan raket tersebut.
Pertandingan putaran kedua antara Tiafoe dan Hubert Hurkacz berlangsung di Court 14, Kamis (28/5) waktu setempat. Setelah berjuang selama lima set dengan skor 6-7(5), 7-6(5), 6-4, 6-7(1), 6-4, Tiafoe langsung berlari ke arah penonton yang bersorak. Dalam kegembiraan itu, seorang penggemar dengan sigap mengambil raket dari tangannya. Tiafoe yang awalnya tidak menyadari kehilangan itu terus merayakan dengan melepas kaus dan memamerkan otot-ototnya di lapangan.
Beberapa saat kemudian, kenyataan pahit itu pun disadari. Tiafoe segera mengunggah permohonan di Instagram Story-nya. "Suasana luar biasa di Court 14 hari ini," tulisnya. "Tapi saya harus bilang kepada penggemar yang mengambil raket saya saat saya merayakan bersama kalian... Bisakah saya mendapatkannya kembali? Saya akan memberikan dua tiket untuk pertandingan saya berikutnya."
Bagi penggemar tenis di Indonesia, insiden ini mungkin terasa ringan, namun mencerminkan budaya penggemar yang semakin interaktif di ajang Grand Slam. Di sisi lain, Tiafoe adalah salah satu petenis muda yang diharapkan mampu memutus dominasi Eropa di tenis putra. Kehilangan raket—terutama jika itu adalah raket spesial yang biasa dipakai—bisa mengganggu persiapan jelang pertandingan selanjutnya melawan Jaime Faria dari Portugal.
Menurut analis tenis, aksi Tiafoe yang langsung meminta tolong di media sosial adalah langkah cerdas. "Dengan menawarkan tiket, ia menciptakan insentif yang kuat. Penggemar biasanya lebih senang mengembalikan barang jika ada imbalan," ujar seorang pengamat. Namun, belum ada konfirmasi apakah raket tersebut sudah kembali.
Ke depan, Tiafoe harus fokus pada pertandingan berikutnya. Jika raketnya tidak kembali, ia mungkin harus menggunakan raket cadangan yang belum tentu sama nyamannya. Pertanyaan yang muncul: akankah insiden ini memengaruhi performanya di turnamen? Atau justru menjadi cerita unik yang memperkuat hubungannya dengan penggemar?



