Libur Idul Adha Dimanfaatkan Edarkan Ganja, Pengendara Mio Dibekuk Polisi
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria ditangkap saat patroli dini hari di Tangerang dengan membawa 8 paket ganja dan 9 linting siap edar.
- Tersangka mengaku mendapat pasokan dari Tangerang Selatan dan bernilai Rp100 ribu per paket untuk dijual kembali.
- Polres Metro Tangerang Kota akan mengintensifkan patroli untuk menekan peredaran narkoba dan minuman keras ilegal.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7175360/original/083297500_1779968469-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_17.35.44.jpg)
Momen libur panjang Idul Adha 2026 justru dimanfaatkan oleh seorang pengendara motor untuk mengedarkan narkotika. Sahrizal (35), warga Tangerang, ditangkap petugas patroli JAGA JAKARTA+ pada Kamis dini hari (28/5) di Jalan Imam Bonjol, depan Perumahan Victoria Park, Kota Tangerang. Dari tangannya, polisi menyita delapan paket ganja siap edar dan sembilan linting siap pakai.
Penangkapan terjadi sekitar pukul 01.35 WIB saat tim patroli melihat gerak-gerik mencurigakan pengendara Yamaha Mio putih. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa saat digeledah, polisi menemukan delapan paket kertas cokelat berisi ganja di dalam tas selempang biru milik tersangka. Selain itu, ditemukan juga dua botol minuman keras jenis ciu dan arak.
"Dari hasil pemeriksaan awal, Sahri mengaku barang haram tersebut rencananya akan dijual kembali seharga Rp100 ribu kepada seseorang bernama Agil," kata Jauhari dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026). Tersangka mengaku mendapatkan pasokan dari seorang pria bernama Rifky di wilayah Tangerang Selatan pada Rabu malam. Barang bukti dan tersangka langsung diserahkan ke Satresnarkoba untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkoba tidak mengenal hari libur. Polres Metro Tangerang Kota berkomitmen untuk terus menggelar patroli dan operasi cipta kondisi secara rutin. "Kami akan terus melakukan langkah preventif untuk menekan peredaran narkoba, tawuran, hingga kejahatan jalanan lainnya," tegas Jauhari. Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan melalui call center Polri 110.
Fenomena pemanfaatan momen libur untuk transaksi narkoba bukanlah hal baru. Pengamat kriminologi dari Universitas Indonesia, Dr. Adrianus Meliala, menilai bahwa pelaku seringkali menganggap petugas longgar saat hari besar. "Modus seperti ini perlu diantisipasi dengan patroli yang tidak terprediksi. Masyarakat juga harus menjadi mata dan telinga aparat," ujarnya. Di Tangerang yang berbatasan langsung dengan Jakarta, jalur distribusi narkoba kerap memanfaatkan jalan-jalan protokol seperti Imam Bonjol.
Ke depan, polisi akan memperkuat jejaring intelijen untuk membongkar rantai pasokan hingga ke bandar besar. Pertanyaan yang masih mengemuka: siapa sebenarnya Rifky yang disebut sebagai pemasok, dan apakah jaringan ini terkait dengan kasus serupa di wilayah lain? Publik menanti pengembangan penyidikan dari Satresnarkoba.



