Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Pacitan, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Baca dalam 60 detik
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 3,4 terjadi di barat daya Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis siang.
- Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dengan episenter di laut, sekitar 272 kilometer dari Pacitan, dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
- Meski kekuatannya kecil, gempa ini mengingatkan kembali pada aktivitas seismik di selatan Jawa yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
Gempa bumi dangkal kembali mengguncang wilayah selatan Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa tektonik berkekuatan magnitudo 3,4 di barat daya Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis (28/5/2026) siang. Meski kekuatannya relatif kecil, kejadian ini menjadi pengingat akan dinamika lempeng di zona subduksi selatan Jawa yang kerap memicu gempa.
Berdasarkan rilis resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 14:51:09 WIB. Titik episenter terletak pada koordinat 10,54 Lintang Selatan dan 110,43 Bujur Timur, atau tepatnya 272 kilometer di barat daya Pacitan. Dengan kedalaman hiposenter hanya 10 kilometer, gempa ini termasuk kategori gempa dangkal yang biasanya lebih terasa di permukaan. Namun, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Masyarakat di Pacitan dan sekitarnya mungkin merasakan getaran ringan yang berlangsung singkat. BMKG mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Data awal yang dirilis BMKG masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring kelengkapan data dari stasiun pemantau.
Wilayah selatan Jawa, termasuk Pacitan, memang dikenal sebagai zona rawan gempa karena berada di atas pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Aktivitas subduksi di selatan Jawa sering menghasilkan gempa-gempa kecil hingga menengah. Meski gempa magnitudo 3,4 tergolong kecil dan jarang menimbulkan kerusakan signifikan, kejadian ini tetap menjadi catatan penting bagi kesiapsiagaan bencana di daerah pesisir selatan Jawa. Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat diharapkan terus memperkuat edukasi mitigasi gempa kepada masyarakat.
BMKG juga mengingatkan bahwa informasi gempa yang disebarluaskan mengutamakan kecepatan, sehingga data awal bisa berubah. Masyarakat disarankan memantau informasi resmi dari BMKG melalui kanal resmi seperti website, aplikasi, atau media sosial @infoBMKG. Gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil mungkin terjadi, namun hingga saat ini belum tercatat aktivitas lanjutan yang signifikan.
Ke depan, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem peringatan dini dan kesiapan infrastruktur di Pacitan dan sekitarnya. Apakah gempa kecil ini akan menjadi prekursor aktivitas seismik yang lebih besar? Atau sekadar pelepasan energi rutin? Para ahli seismologi terus memantau pergerakan lempeng untuk memberikan gambaran yang lebih akurat. Yang jelas, kewaspadaan tetap menjadi kunci di wilayah yang hidup di atas cincin api Pasifik.



