Menteri Pendidikan India Mundur, Ribuan Demonstran Muda Rayakan Kemenangan
Baca dalam 60 detik
- Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri setelah aksi protes mahasiswa yang menuntut perbaikan sistem ujian yang rawan bocor.
- Gerakan Cockroach Janta Party yang digerakkan oleh kaum muda berhasil memaksa pemerintah Modi memenuhi tuntutan, termasuk reformasi ujian dan kompensasi keluarga korban.
- Kesuksesan protes ini menandai krisis politik terberat bagi Modi di periode ketiganya, dan berpotensi mempengaruhi pemilihan negara bagian tahun depan.

Ribuan demonstran muda di India merayakan kemenangan pada Sabtu (25/7) setelah Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri dan pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi memenuhi tuntutan terkait sistem ujian yang rawan kecurangan. Aksi yang berlangsung sejak akhir Juni ini merupakan krisis politik terberat yang dihadapi Modi dalam periode ketiganya.
Protes dipicu oleh kebocoran soal ujian masuk sekolah kedokteran pada Mei lalu yang mempengaruhi 2 juta siswa. Pemerintah terpaksa membatalkan hasil ujian dan mengadakan ujian ulang, memicu kemarahan luas di kalangan pemuda yang sudah frustrasi dengan minimnya lapangan kerja dan akuntabilitas pemerintah. Gerakan Cockroach Janta Party (CJP) yang menamakan diri "kecoa" memimpin aksi di Jantar Mantar, Delhi, dengan tuntutan utama pengunduran diri Pradhan.
Puncak protes terjadi pekan ini ketika ribuan mahasiswa berusaha memasuki gedung parlemen, dan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Pradhan mengumumkan pengunduran dirinya melalui media sosial X, dengan alasan agar situasi tidak dimanfaatkan oleh kekuatan anti-nasional. "Saya sangat menghormati aspirasi, perasaan, dan harapan sah dari pemuda negara ini," tulis Pradhan. Pemerintah kemudian mengabulkan seluruh tuntutan demonstran, termasuk reformasi sistem ujian, pencabutan kasus polisi terhadap peserta aksi, dan kompensasi bagi keluarga siswa yang bunuh diri akibat kebocoran soal.
"Pokoknya kami menang, perjuangan, kerja keras, dan kesabaran kalian membuahkan hasil," ujar juru bicara CJP Ashutosh Ranka kepada massa yang bersorak di Jantar Mantar.
Kemenangan ini disambut euforia di lokasi protes. Ribuan pemuda bernyanyi dan menari sambil mengibarkan bendera India, serta membagikan permen. Juru bicara CJP Saurav Das menyatakan penghentian aksi secara resmi. Aktivis Sonam Wangchuk, yang melakukan mogok makan 26 hari untuk mendukung gerakan ini, menyebut pengunduran diri Pradhan sebagai "kemenangan perdamaian, kesabaran, dan ketekunan." Pemerintah juga memulihkan akses internet seluler di sekitar lokasi protes dan membuka kembali stasiun kereta bawah tanah yang sebelumnya ditutup.
Keberhasilan protes ini menjadi peringatan bagi partai BJP yang mengandalkan dukungan pemilih muda. Oposisi yang selama ini mendukung tuntutan mahasiswa berhasil mengganggu sidang paripurna parlemen dan mengancam agenda legislasi pemerintah. Dengan pemilihan negara bagian di depan mata, Modi harus menghadapi tekanan publik yang semakin besar. Pertanyaan kini muncul: apakah langkah ini cukup meredam kemarahan generasi muda India, atau justru menjadi awal gelombang protes yang lebih besar?



