Anthony Joshua Bangkit dari Dua Kali Knockdown, Superfight Lawan Tyson Fury Makin Dekat
Baca dalam 60 detik
- Dijatuhkan dua kali di ronde pertama, Joshua bangkit dan menghentikan Kristian Prenga di ronde kedua.
- Kemenangan dramatis ini membuka jalan menuju duel super melawan Tyson Fury yang telah lama dinantikan.
- Joshua mendedikasikan kemenangan untuk dua sahabat yang tewas dalam kecelakaan mobil di Nigeria, Desember lalu.

Anthony Joshua menjalani malam paling dramatis dalam kariernya saat berhasil bangkit dari dua kali knockdown dan menghentikan petinju Albania, Kristian Prenga, di ronde kedua dalam laga yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu dini hari WIB. Kemenangan knockout ke-27 ini sekaligus mempertegas langkahnya menuju pertaruhan besar melawan Tyson Fury yang kemungkinan digelar pada akhir tahun.
Petinju Inggris berusia 36 tahun itu sempat berada di ambang kekalahan memalukan setelah Prenga, yang sebelumnya tidak banyak dikenal, mendaratkan uppercut keras pada 20 detik pertama pertarungan. Joshua terjatuh, dan meskipun ia tersenyum saat wasit menghitung, ia kembali terjatuh untuk kedua kalinya di ronde yang sama. Namun, pengalaman dan ketenangannya membuat Joshua segera merespons di ronde kedua dengan rentetan pukulan kanan keras yang menjatuhkan Prenga dan mengakhiri laga.
Kemenangan ini memiliki makna emosional mendalam bagi Joshua. Ini adalah pertarungan pertamanya sejak ia mengalami kecelakaan mobil di Nigeria pada Desember lalu, di mana ia sendiri mengalami cedera dan dua sahabat dekatnya, Sina Ghami dan Latif 'Latz' Ayodele, tewas. Sebelum masuk ring, Joshua memberikan penghormatan kepada mereka melalui kostum pertarungan khusus. โSaya bertarung untuk mereka,โ ucapnya dalam wawancara usai laga.
Dengan kemenangan ini, duel super melawan Tyson Furyโyang hingga kini belum juga terwujud meski sudah digadang-gadang selama satu dekadeโkian mendekati kenyataan. Fury sendiri dijadwalkan bertarung melawan Oleksandr Usyk dalam waktu dekat, dan jika keduanya menang, pertarungan Joshua vs Fury bisa menjadi salah satu laga terbesar dalam sejarah tinju kelas berat. Para pengamat menilai bahwa performa Joshua yang nyaris kalah justru menambah daya jual pertarungan tersebut karena elemen kejutan dan drama.
Di Indonesia, antusiasme penggemar tinju terhadap potensi duel Joshua vs Fury juga sangat tinggi. Banyak penggemar yang menantikan laga ini, meskipun akses siaran langsung masih terbatas pada platform berbayar. Pertarungan ini diharapkan dapat mendongkrak popularitas tinju di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memiliki basis penggemar cukup besar.
Pertanyaan terbesar kini adalah: apakah pertarungan mega ini benar-benar akan terjadi di tahun 2025? Atau akankah kembali gagal seperti rencana-rencana sebelumnya? Yang jelas, malam di Jeddah telah membuktikan bahwa Joshua adalah petarung sejati yang mampu bangkit dari keterpurukan.



