Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Daruba, Maluku Utara: Warga Diimbau Tenang
Baca dalam 60 detik
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 3,3 yang berpusat di timur laut Daruba, Maluku Utara, pada Kamis siang.
- Gempa dengan kedalaman hanya 7 kilometer ini tidak berpotensi tsunami, namun menjadi pengingat akan tingginya aktivitas seismik di wilayah Indonesia Timur.
- BMKG terus memantau perkembangan dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meski kekuatan kecil.
Gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 3,3 mengguncang wilayah Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, pada Kamis (28/5/2026) siang, mengagetkan sebagian warga namun tidak menimbulkan kerusakan berarti.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pukul 13:55:47 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 2,27 Lintang Utara dan 128,63 Bujur Timur, tepatnya 44 kilometer timur laut Daruba. Kedalaman gempa tercatat sangat dangkal, hanya 7 kilometer. BMKG menyatakan informasi ini bersifat cepat dan masih dapat berubah seiring kelengkapan data.
Meski berkekuatan kecil, gempa dangkal seperti ini kerap terasa lebih kuat di permukaan. Warga di sekitar pusat gempa melaporkan getaran ringan yang berlangsung beberapa detik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa. BMKG juga memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Wilayah Maluku Utara memang dikenal sebagai kawasan rawan gempa karena berada di pertemuan lempeng tektonik aktif. Sepanjang tahun 2026, BMKG mencatat puluhan gempa kecil di wilayah ini, sebagian besar tidak dirasakan. Gempa magnitudo 3,3 termasuk kategori kecil, namun tetap menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu siap siaga.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan sebelumnya menekankan pentingnya mitigasi bencana di daerah rawan gempa. "Masyarakat harus memahami bahwa gempa kecil sekalipun bisa menjadi peringatan dini untuk selalu siap menghadapi gempa besar," ujarnya. Ia juga mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada informasi hoaks yang kerap beredar pasca-gempa.
Bagi warga Indonesia, khususnya yang tinggal di wilayah rawan gempa, kejadian ini menjadi pengingat untuk selalu memeriksa kondisi bangunan dan menyiapkan tas siaga bencana. Pemerintah daerah setempat diimbau untuk rutin melakukan simulasi evakuasi dan memastikan jalur evakuasi berfungsi baik.
Ke depan, aktivitas seismik di Maluku Utara masih perlu diwaspadai. BMKG akan terus memantau pergerakan lempeng dan memberikan informasi terkini. Pertanyaan yang mengemuka: apakah rangkaian gempa kecil ini merupakan pertanda aktivitas tektonik yang lebih besar, atau sekadar siklus biasa? Yang jelas, kewaspadaan adalah kunci.



