100 Hari Menuju Piala Dunia U-20 Wanita 2025: Jejak Superstar yang Lahir dari Turnamen
Baca dalam 60 detik
- Piala Dunia U-20 Wanita 2025 di Polandia akan diikuti 24 tim, termasuk debutan Benin dan Tanzania, dengan Korea Utara dan AS memburu gelar keempat.
- Sejumlah bintang seperti Alex Morgan, Salma Paralluelo, dan Alexandra Popp memulai karier gemilang dari turnamen ini, membuktikan U-20 sebagai batu loncatan.
- Turnamen ini menjadi ajang pembuktian talenta muda yang berpotensi mengisi skuad senior di Piala Dunia Wanita 2027.
Seratus hari menjelang kick-off, Piala Dunia U-20 Wanita 2025 di Polandia sudah menyimpan cerita besar: turnamen ini bukan sekadar ajang usia muda, melainkan panggung lahirnya legenda sepak bola wanita. Dari Alex Morgan hingga Salma Paralluelo, nama-nama yang bersinar di level senior ternyata pernah mengukir sejarah di turnamen yang sama.
Polandia akan menjadi tuan rumah pertama untuk turnamen global wanita utama, dengan empat kota penyelenggara: Bielsko-Biaลa, Katowice, Lodz, dan Sosnowiec. Sebanyak 24 tim telah mengetahui lawan di fase grup, dengan final dijadwalkan pada 27 September di Lodz. Tuan rumah tergabung di Grup A bersama Argentina, Benin, dan Meksiko, sementara juara bertahan Korea Utara berada di Grup E bersama Kolombia, Kosta Rika, dan Portugal.
Enam tim akan merasakan debut di turnamen ini: Benin, Ekuador, Kaledonia Baru, Polandia, Portugal, dan Tanzania. Sementara itu, Korea Utara dan Amerika Serikat sama-sama mengincar gelar keempat, menjadikan persaingan semakin ketat. Sejak edisi perdana 2002, turnamen ini telah melahirkan deretan pemain top yang kemudian mendominasi panggung senior.
FIFA merilis daftar sepuluh pemain yang memenangi Piala Dunia U-20 Wanita sebelum bersinar di level senior. Heather O'Reilly (AS, 2002) mencetak empat gol dan menjadi bagian tim All-Star sebelum meraih tiga emas Olimpiade dan Piala Dunia 2015. Anja Mittag dan Melanie Behringer (Jerman, 2004) menjadi tulang punggung sukses Jerman di Piala Dunia Senior 2007. Sydney Leroux (AS, 2008) memborong Golden Ball dan Golden Boot, lalu mengoleksi emas Olimpiade dan gelar Piala Dunia.
Alexandra Popp (Jerman, 2010) yang kini bergabung dengan Borussia Dortmund, Julie Ertz (AS, 2012) yang menjadi kapten tim U-20 sebelum dua kali juara dunia, serta Sara Dรคbritz (Jerman, 2014) yang bersinar di Bayern, PSG, dan Lyon, adalah bukti lain. Dari Asia, Hinata Miyazawa (Jepang, 2018) mencetak gol di final U-20 dan kemudian menjadi top skor Piala Dunia Senior 2023. Sementara itu, Salma Paralluelo (Spanyol, 2022) mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang juara di U-17, U-20, dan Senior secara beruntun.
Bagi Indonesia, turnamen ini menjadi pengingat pentingnya pembinaan usia muda. Meski Timnas Wanita Indonesia belum pernah lolos, keberhasilan negara-negara seperti Jepang dan Korea Utara menunjukkan bahwa investasi di level U-20 bisa berbuah manis di pentas senior. Dengan Piala Dunia Wanita 2027 yang akan digelar di Brasil, ajang Polandia 2025 bisa menjadi barometer talenta masa depan Asia.
Pertanyaan besarnya: akankah ada lagi kejutan seperti Korea Utara yang mampu bersaing dengan raksasa Eropa dan Amerika? Atau justru debutan seperti Tanzania yang akan mencuri perhatian? Jawabannya akan mulai terungkap dalam 100 hari ke depan.



