Baru Saja Hattrick Juara, Persib Bandung Kena Sanksi Larangan Rekrut Pemain dari FIFA
Baca dalam 60 detik
- FIFA memasukkan Persib Bandung ke daftar larangan pendaftaran pemain baru akibat dugaan pelanggaran finansial atau regulasi.
- Sanksi ini berlaku sejak 29 Mei 2026 tanpa batas waktu, mengancam persiapan skuad Maung Bandung untuk musim depan.
- Persib menjadi klub Indonesia kedelapan yang terkena larangan serupa, menimbulkan tanda tanya besar di tengah euforia tiga gelar beruntun.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6718602/original/081755600_1779534644-BL1_1011.jpg.jpeg)
Hanya berselang beberapa hari setelah merayakan gelar ketiga beruntun di BRI Super League, Persib Bandung harus menerima kenyataan pahit: masuk dalam daftar hitam FIFA Registration Ban List. Sanksi larangan mendaftarkan pemain baru itu langsung berlaku tanpa batas waktu yang jelas, mengancam rencana besar Maung Bandung di musim depan.
FIFA Registration Ban List adalah daftar klub global yang tengah menjalani hukuman larangan merekrut pemain akibat pelanggaran tertentu, seperti sengketa keuangan atau ketidakpatuhan terhadap regulasi transfer. Persib tercatat sebagai klub Indonesia kedelapan yang masuk daftar tersebut, setelah Persiwa Wamena, PSBS Biak, PSCS Cilacap, Kalteng Putra, PSM Makassar, Semen Padang, dan PSIS Semarang.
Yang menjadi perhatian, FIFA tidak merinci pelanggaran spesifik yang dilakukan Persib. Padahal, klub berjuluk Maung Bandung ini selama ini dikenal memiliki pengelolaan keuangan yang sehat dan kerap menjadi salah satu pembelanja terbesar di liga. Kejutan ini muncul di saat Persib justru berada di puncak kejayaan setelah meraih hattrick juara pada musim 2024/2025 dan 2025/2026.
Konsekuensi dari sanksi ini sangat serius. Jika masalah tidak terselesaikan sebelum bursa transfer musim panas mendatang, Persib dipastikan tidak bisa mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi 2026/2027. Ini menjadi pukulan telak mengingat tim baru saja kehilangan pelatih kepala Bojan Hodak yang beralih menjadi penasihat teknis. Sebagai gantinya, Igor Tolic yang sebelumnya asisten pelatih dipromosikan untuk menangani tim.
Dalam konteks sepak bola Indonesia, sanksi FIFA terhadap klub sekelas Persib menjadi alarm bagi pengelolaan klub profesional. Sebelumnya, beberapa klub lain seperti PSM Makassar dan PSIS Semarang juga pernah mengalami nasib serupa, yang umumnya terkait dengan sengketa kontrak pemain atau tunggakan gaji. Belum diketahui apakah Persib menghadapi kasus serupa atau pelanggaran lain.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa masuknya Persib ke daftar banned FIFA bisa mengganggu stabilitas tim yang sedang dalam tren positif. Apalagi, dengan perubahan di kursi pelatih, kebutuhan akan rekrutan baru semakin mendesak. Jika sanksi berlanjut, Persib terpaksa harus mengandalkan pemain yang ada dan akademi untuk menghadapi musim depan.
Pertanyaan besarnya, mampukah manajemen Persib menyelesaikan persoalan ini sebelum bursa transfer ditutup? Atau justru ini menjadi awal dari kemunduran di tengah dominasi mereka di liga? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: euforia tiga gelar beruntun kini diiringi ancaman serius yang bisa mengubah peta kekuatan Persib dalam waktu dekat.



