Waisak 2026 di Borobudur: Wisatawan Bisa Berkunjung Hingga Siang, 2.570 Lampion dan 570 Drone Siap Meriahkan
Baca dalam 60 detik
- Candi Borobudur tetap buka untuk wisatawan pada 31 Mei 2026 hingga pukul 14.00 WIB, setelah itu area ditutup untuk persiapan upacara Waisak.
- Perayaan tahun ini menghadirkan 2.570 lentera perdamaian dan 570 drone, meningkat dari tahun sebelumnya, sebagai simbol keberuntungan dan atraksi budaya.
- Pembatasan akses ke struktur utama candi diterapkan demi kelancaran prosesi keagamaan, namun wisatawan masih bisa menikmati area pelataran.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4046666/original/080599800_1654684610-candi_borobudur.jpg)
Pada Minggu, 31 Mei 2026, Candi Borobudur tetap menerima kunjungan wisatawan di tengah perayaan Waisak, namun hanya hingga pukul 14.00 WIB. Setelah jam tersebut, area candi akan disterilkan untuk persiapan rangkaian ibadah dan acara puncak perayaan Tri Suci Waisak. Kebijakan ini diambil untuk menyeimbangkan antara aktivitas pariwisata dan kekhidmatan prosesi keagamaan yang telah menjadi tradisi tahunan.
Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Richard Panutur, menjelaskan bahwa pengunjung yang datang pada hari itu hanya diperbolehkan berada di pelataran candi dan tidak dapat naik ke struktur utama. "Secara operasional kami tetap buka sampai jam dua siang. Setelah itu, kami akan mulai menganjurkan pengunjung untuk meninggalkan lokasi karena kami mempersiapkan rangkaian Waisak," ujarnya di Magelang, Jawa Tengah. Pembatasan akses ini, menurut Gistang, bertujuan mendukung kelancaran prosesi keagamaan yang melibatkan ribuan umat Buddha.
Perayaan Waisak 2026 di Borobudur menghadirkan sejumlah atraksi yang menjadi daya tarik utama. Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati, mengungkapkan bahwa jumlah lentera perdamaian yang diterbangkan mencapai 2.570 buah, bertambah satu dari tahun sebelumnya. "Setiap tahun kami selalu menambah satu lentera supaya tambah hoki. Tahun ini jumlahnya 2.570 lentera perdamaian," katanya. Selain itu, pertunjukan drone juga akan memeriahkan langit malam Borobudur dengan 570 unit drone, meningkat dari 450 drone pada tahun lalu. Fatmawati menambahkan bahwa angka 570 diambil dari tiga digit terakhir tahun Buddhis.
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kemeriahan Waisak, waktu kunjungan yang tersedia hanya setengah hari. Setelah pukul 14.00 WIB, area candi akan ditutup untuk umum dan hanya diakses oleh panitia serta peserta upacara. Wisatawan disarankan datang lebih awal untuk memaksimalkan waktu kunjungan dan mengikuti aturan yang berlaku. Perayaan Waisak di Borobudur setiap tahunnya menjadi magnet wisata religi dan budaya, menarik ribuan umat Buddha maupun wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah kebijakan pembatasan akses ini akan terus diterapkan pada tahun-tahun mendatang, mengingat popularitas Waisak di Borobudur yang terus meningkat. Dengan penambahan jumlah lentera dan drone setiap tahun, atraksi ini berpotensi menjadi ikon wisata religi global, namun tetap harus menjaga keseimbangan antara pariwisata dan nilai sakral perayaan.



