Lonjakan 46% Kendaraan ke Puncak, Polisi Berlakukan One Way
Baca dalam 60 detik
- Volume kendaraan menuju Puncak, Bogor, melonjak 46,54% pada Sabtu (30/5) dibanding hari sebelumnya, mencapai 23.296 unit dari arah Jakarta.
- Polres Bogor menerapkan sistem satu arah (one way) dari Puncak menuju Jakarta untuk mengurai kepadatan, namun belum terjadi kemacetan berarti.
- Pemberlakuan one way direncanakan kembali pada Minggu (31/5) dengan waktu yang disesuaikan kondisi arus lalu lintas.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2824063/original/077386500_1559976681-IMG_20190608_131838.jpg)
Sebanyak 23.296 kendaraan tercatat melintas dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak, Bogor, pada Sabtu (30/5/2026) hingga pukul 13.00 WIB—melonjak 46,54 persen dibanding hari sebelumnya. Lonjakan ini mendorong Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah (one way) dari Puncak menuju Jakarta untuk mengantisipasi kemacetan.
Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan cukup signifikan. "Sebanyak 23.296 unit kendaraan melintas dari arah Jakarta melewati GT Ciawi ke arah Puncak, meningkat sebesar 7.399 unit atau 46,54 persen dibandingkan dengan hari kemarin, 29 Mei 2026," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (30/5/2026). Sementara itu, kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta tercatat 11.493 unit, bertambah 59 unit dari hari sebelumnya. Total kendaraan yang melintas di GT Ciawi mencapai 34.789 unit, naik 27,29 persen.
Pemberlakuan one way dari Puncak ke Jakarta dilakukan untuk mengurai potensi penumpukan kendaraan di titik-titik rawan macet. Afif menyatakan bahwa hingga saat ini belum terpantau kemacetan berarti. "Saat ini belum ada kemacetan, bang. Sudah diberlakukan one way ke bawah," katanya. Sistem ini direncanakan kembali diterapkan pada Minggu (31/5/2026), namun waktu pelaksanaannya akan bersifat situasional menyesuaikan dengan kondisi arus lalu lintas.
Bagi pengguna jalan yang hendak menuju Puncak pada akhir pekan, lonjakan volume ini menjadi peringatan akan potensi kepadatan yang lebih tinggi, terutama pada jam-jam sibuk. Polres Bogor mengimbau pengendara untuk mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Penerapan one way yang bersifat situasional menuntut kesiapan pengemudi untuk beradaptasi dengan perubahan arus.
Ke depan, tren peningkatan volume kendaraan ke kawasan wisata seperti Puncak diperkirakan terus terjadi seiring dengan libur akhir pekan dan musim liburan. Pertanyaannya, apakah infrastruktur dan manajemen lalu lintas yang ada mampu mengakomodasi lonjakan yang lebih besar tanpa menimbulkan kemacetan parah?



