Jannik Sinner Kokoh di Jalur Juara Prancis Terbuka: Absennya Alcaraz Jadi Peluang Emas
Baca dalam 60 detik
- Petenis Italia Jannik Sinner melaju mulus ke babak kedua Prancis Terbuka usai menundukkan Clement Tabur dalam tiga set langsung.
- Absennya juara bertahan Carlos Alcaraz dan menurunnya performa Novak Djokovic menjadikan Sinner unggulan terdepan, dengan status favorit terberat sejak Rafael Nadal pada 2009.
- Kemenangan ini memperpanjang rekor kemenangan beruntun Sinner menjadi 30 laga, sekaligus memperkuat ambisinya meraih gelar Grand Slam perdana di tanah liat Paris.

Jannik Sinner kembali menunjukkan mengapa ia layak dijagokan sebagai kandidat terkuat juara Prancis Terbuka tahun ini. Petenis nomor satu dunia asal Italia itu melaju mulus ke babak kedua setelah mengalahkan petenis tuan rumah, Clement Tabur, dengan skor telak 6-1, 6-3, 6-4 di Lapangan Philippe Chatrier, Selasa (27/5) waktu setempat.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat dominasi Sinner di tengah absennya juara bertahan Carlos Alcaraz yang cedera dan menurunnya performa legenda Novak Djokovic. Menurut data bandar, Sinner menjadi favorit terberat di sebuah turnamen Grand Slam sejak Rafael Nadal di Roland Garros 2009—saat Nadal masih berstatus raja tanah liat. Namun, sejarah mencatat bahwa Nadal justru tersingkir di babak keempat tahun itu oleh Robin Soderling, sebuah pengingat bahwa tidak ada jaminan di turnamen sebesar ini.
Bagi Sinner, Prancis Terbuka adalah satu-satunya mahkota Grand Slam yang belum ia koleksi. Jika berhasil menjuarai turnamen ini, ia akan menjadi petenis pria ke-10 dalam sejarah yang meraih 'Career Grand Slam'—gelar di keempat turnamen besar. Prestasi serupa baru saja diraih Alcaraz di Australia Open Januari lalu, menjadikan persaingan keduanya semakin menarik. Dalam sembilan edisi Grand Slam terakhir, gelar selalu bergantian di antara mereka.
Kemenangan atas Tabur juga menjadi penebus kegagalan Sinner di final tahun lalu, saat ia kalah dari Alcaraz dalam lima set meski sempat memiliki tiga match point. Kini, dengan absennya Alcaraz, peluang Sinner semakin terbuka. Di paruh undian yang sama, sejumlah unggulan seperti Daniil Medvedev (unggulan 6) dan Alexander Bublik (unggulan 9) sudah tersingkir di babak pertama. Felix Auger-Aliassime (unggulan 4) menjadi lawan potensial terdekat, namun ia harus melewati laga sengit lima set melawan Daniel Altmaier. Catatan pertemuan pun tidak berpihak pada Auger-Aliassime: ia kalah dalam lima pertandingan terakhir melawan Sinner.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, performa Sinner menjadi tontonan menarik karena ia mewakili generasi baru yang siap mendominasi. Dengan gaya bermain efisien dan minim kesalahan sendiri, Sinner mengingatkan pada era keemasan tenis Italia yang kini tengah bangkit. Langkah selanjutnya, Sinner akan berhadapan dengan Juan Manuel Cerundolo asal Argentina yang berada di peringkat 56 dunia. Cerundolo sebelumnya menyingkirkan petenis Inggris Jacob Fearnley.
Pertanyaan besarnya: akankah Sinner mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir turnamen, atau justru terjerembap seperti Nadal 17 tahun lalu? Semua mata kini tertuju padanya.



