Vingegaard Semakin Kokoh di Puncak, Kuss Raih Kemenangan Perdana di Giro
Baca dalam 60 detik
- Sepp Kuss memenangi etape 19 Giro d'Italia 2025, menjadi pembalap ke-116 yang menang di tiga Grand Tour berbeda.
- Jonas Vingegaard mempertahankan keunggulan 4 menit 3 detik di klasemen umum, hanya terpaut satu etape lagi dari gelar juara.
- Etape 20 yang akan digelar Sabtu menjadi penentu terakhir sebelum finis di Roma pada Minggu.

Pebalap Amerika Serikat, Sepp Kuss, akhirnya memecah kebuntuan dengan merebut kemenangan etape pertamanya di Giro d'Italia 2025 pada Jumat (30/5) waktu setempat. Prestasi ini sekaligus mengantarkannya menjadi anggota klub eksklusif pembalap yang pernah menang di tiga Grand Tour bersepeda dunia.
Pada etape 19 yang menempuh rute pegunungan sepanjang 151 kilometer dari Feltre ke Alleghe, Kuss (31 tahun) menunjukkan kegigihannya. Ia berhasil menyalip Giulio Ciccone yang memimpin sejak awal lomba hanya dua kilometer sebelum garis finis. Kuss finis dengan catatan waktu 4 jam 28 menit 33 detik, unggul 13 detik atas Derek Gee-West dari Kanada di posisi kedua, sementara Ciccone harus puas di urutan ketiga dengan selisih 36 detik.
Kemenangan ini memiliki makna khusus bagi Kuss, yang merupakan pemenang Vuelta a Espana 2023. Sebelumnya, ia juga pernah memenangi satu etape di Tour de France 2021. Dengan torehan ini, Kuss resmi menjadi pembalap ke-116 dalam sejarah yang mampu meraih kemenangan etape di tiga Grand Tour: Tour de France, Vuelta a Espana, dan Giro d'Italia.
Di sisi lain, rekan setim Kuss di Visma-Lease A Bike, Jonas Vingegaard, semakin mendekatkan diri pada gelar juara umum Giro d'Italia. Pembalap asal Denmark yang sudah dua kali juara Tour de France dan pemenang Vuelta a Espana 2025 itu finis di posisi kelima pada etape 19, dengan waktu yang sama dengan Felix Gall yang berada di posisi keempat. Hasil ini membuat Vingegaard tetap unggul 4 menit 3 detik atas Gall di klasemen umum. Jika mampu mempertahankan keunggulan ini, Vingegaard akan menjadi pembalap kedelapan dalam sejarah yang berhasil menjuarai tiga Grand Tour.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, persaingan di Giro d'Italia tahun ini memberikan gambaran tentang bagaimana strategi tim dan ketahanan fisik menjadi kunci di etape pegunungan. Meski belum ada pembalap Indonesia yang berpartisipasi, ajang ini kerap menjadi tolok ukur bagi perkembangan olahraga sepeda nasional. Keberhasilan Kuss yang sempat tertinggal satu menit dari Ciccone di awal tanjakan lalu mampu membalikkan keadaan, menjadi pelajaran tentang pentingnya tidak menyerah hingga garis akhir.
Etape 20 yang akan digelar Sabtu (31/5) menjadi ujian terakhir sebelum finis di Roma. Rute sepanjang 200 kilometer dari Gemona del Friuli ke Piancavallo dipastikan akan kembali menyajikan tanjakan berat. Pertanyaan besarnya: mampukah Vingegaard mempertahankan keunggulannya, atau akankah ada kejutan di menit-menit akhir?



