Bristol Bangkit dari Keterpurukan, Kalahkan Juara Bertahan Bath 21-19
Baca dalam 60 detik
- Bristol Bears menang tipis 21-19 atas Bath Rugby di Ashton Gate, menjaga asa lolos ke babak play-off Premiership.
- Kemenangan ini menjadi jawaban atas kekalahan telak 94-33 dari Northampton dua pekan lalu, sekaligus meredakan tekanan pada pelatih Pat Lam.
- Bath kehilangan playmaker Finn Russell karena cedera dan gagal mencetak poin di babak kedua, sementara Bristol mencetak 14 angka tanpa balas.

Bristol Bears mempertahankan peluang mereka untuk lolos ke babak play-off Premiership setelah menaklukkan juara bertahan Bath Rugby dengan skor 21-19 di Ashton Gate, Sabtu malam. Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan setelah mereka dihancurkan Northampton 94-33 dua pekan lalu.
Tanpa pemain kunci Finn Russell yang cedera, Bath tampil kurang cair dan tidak mampu mencetak satu poin pun di babak kedua. Sebaliknya, Bristol yang tertinggal 7-19 saat turun minum, bangkit dengan 14 angka beruntun melalui try penalti, try Max Lahiff, serta konversi dari AJ MacGinty dan Callum Sheedy.
Kapten Bristol, Fitz Harding, yang mengalami patah tulang tangan di menit kelima, tetap bermain penuh dan menjadi inspirasi. "Para pemain tidak pernah menyerah, mereka menggali jati diri dan selalu bangkit," ujar Pat Lam, direktur rugby Bristol, kepada BBC Bristol. "Fitz patah tangan, Ellis Genge cedera betis, tetapi mereka tetap bertaruh. Ini kemenangan yang luar biasa."
Bath unggul cepat melalui try Ollie Lawrence dan Guy Pepper di babak pertama, ditambah try Thomas du Toit menjelang turun minum. Namun, momentum berbalik setelah kartu kuning untuk Henry Arundell pada awal babak kedua. Wasit menganugerahkan try penalti setelah Arundell menjatuhkan bola secara sengaja saat Louis Rees-Zammit hendak mencetak skor di sudut lapangan.
Rees-Zammit nyaris menyamakan kedudukan melalui tendangan dan kejarannya sendiri, tetapi gagal mengontrol bola. Bath sempat mengira mereka mencetak try bonus melalui Alfie Barbeary, tetapi dianulir karena knock-on. Ted Hill melakukan tekel penyelamat yang brilian, namun akhirnya Max Lahiff berhasil menekan bola untuk membawa Bristol unggul 21-19 dengan 13 menit tersisa.
Di waktu tambahan, full-back Bath, Santi Carreras, mencoba tendangan penalti dari jarak 50 meter untuk memenangkan pertandingan, namun bola melenceng ke samping. "Kami tidak memanfaatkan semua peluang. Dua try kami dianulir, tetapi itulah pertandingan, dan semuanya berujung pada tendangan terakhir," kata Johann van Graan, direktur rugby Bath. "Jika tendangan itu masuk, ceritanya akan berbeda. Tapi kami harus move on."
Bristol kini hanya tertinggal satu poin dari Exeter di posisi keempat dengan satu pertandingan tersisa, saat mereka bertandang ke Sale pekan depan. Sementara itu, Bath masih berpeluang finis di dua besar, tetapi harus bergantung pada hasil tim lain. "Ini bagus untuk Premiership. Kami bermain di kandang dan kami menantikannya," tambah Van Graan.
Pertanyaan besarnya, akankah Bristol mampu mempertahankan performa ini di laga pamungkas, atau justru Bath yang akan bangkit kembali? Satu hal yang pasti, persaingan menuju play-off semakin memanas.



