Lukas Podolski Resmi Gantung Sepatu, Beralih Jadi Pemilik Mayoritas Klub Polandia
Baca dalam 60 detik
- Legenda sepak bola Jerman, Lukas Podolski, mengumumkan pensiun di usia 40 tahun, sehari setelah mengakuisisi saham mayoritas Górnik Zabrze.
- Kariernya diwarnai gelar juara dunia 2014, dua trofi domestik bersama Bayern Munich, serta status ikon di Cologne dengan 79 gol Bundesliga.
- Langkah Podolski ke dunia kepemilikan klub menandai transisi baru setelah petualangan di lima liga berbeda Eropa dan Asia.

Lukas Podolski, mantan penyerang timnas Jerman yang turut membawa negaranya meraih gelar Piala Dunia 2014, secara resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola profesional pada Jumat lalu. Keputusan ini diumumkan hanya sehari setelah kabar bahwa ia akan menjadi pemilik mayoritas klub Polandia, Górnik Zabrze, yang juga merupakan klub terakhir yang dibelanya.
Podolski memulai karier profesionalnya bersama FC Cologne pada 2003. Dalam periode pertamanya di klub tersebut, ia tampil dalam 181 pertandingan Bundesliga dan mencetak 79 gol, menjadikannya salah satu pemain paling produktif dan dicintai oleh suporter. Penampilan impresifnya membawanya bergabung dengan Bayern Munich pada 2006, di mana ia berhasil meraih gelar juara Bundesliga dan DFB-Pokal pada 2008. Selama membela Bayern, Podolski mencatatkan 15 gol dalam 71 penampilan liga.
Setelah kembali ke Cologne, Podolski tidak hanya memperkuat statusnya sebagai ikon klub, tetapi juga sempat menjadi kapten tim. Kariernya kemudian berlanjut ke sejumlah klub besar Eropa seperti Arsenal, Inter Milan, dan Galatasaray, serta petualangan di Jepang bersama Vissel Kobe. Langkah terakhirnya sebelum pensiun adalah membela Górnik Zabrze, di mana ia berhasil memenangkan Piala Polandia pada musim 2025/26.
"Saya merasa ini waktu yang tepat untuk mengakhiri perjalanan sebagai pemain dan memulai babak baru sebagai pemilik klub," ujar Podolski dalam pernyataan resmi.
Keputusan Podolski untuk mengambil alih kepemilikan Górnik Zabrze menunjukkan minatnya yang mendalam terhadap pengembangan sepak bola Polandia. Langkah ini juga menjadi contoh bagaimana mantan pemain top dapat bertransisi ke peran strategis di luar lapangan. Dengan pengalaman dan jaringan luas yang dimilikinya, Podolski diyakini dapat membawa perspektif baru bagi klub yang bermarkas di Zabrze tersebut.
Pensiunnya Podolski menandai berakhirnya era bagi salah satu pemain paling karismatik yang pernah dimiliki Jerman. Meski tidak lagi bermain, kontribusinya terhadap sepak bola dunia, terutama melalui perannya sebagai pemilik klub, akan terus menjadi sorotan di tahun-tahun mendatang.



