Penyebab Kematian Ibu Kris Jenner Terungkap: Serangan Jantung Akut dan Kanker Paru
Baca dalam 60 detik
- Mary Jo 'MJ' Shannon, ibu dari Kris Jenner, meninggal pada 16 Juli di usia 91 tahun karena henti jantung paru akut.
- Dokumen kematian juga mencatat gagal napas akut dan kanker paru metastatik sebagai faktor penyerta; tidak dilakukan otopsi.
- Keluarga Kardashian-Jenner memberikan penghormatan emosional di media sosial, mencerminkan ikatan erat mereka dengan sang nenek.

Keluarga Kardashian-Jenner mengumumkan kepergian Mary Jo 'MJ' Shannon pada 16 Juli lalu di usia 91 tahun, dan kini penyebab kematiannya resmi terungkap. Berdasarkan akta kematian yang diperoleh media AS, ibu dari Kris Jenner itu mengalami henti jantung paru akut yang dipicu oleh gagal napas akut dan kanker paru metastatik.
Akta tersebut, yang dikutip oleh Us Weekly, menyebutkan bahwa MJโsapaan akrab Mary Joโtidak menjalani otopsi dan telah dikremasi pada 23 Juli. Keputusan untuk tidak melakukan autopsi lazim dilakukan pada kasus dengan riwayat penyakit yang jelas, terutama pada usia lanjut.
Kris Jenner pertama kali membagikan kabar duka melalui Instagram pada hari yang sama. Dalam unggahannya, ia menulis bahwa ibunya adalah "jantung keluarga" yang mengajarkan cinta tanpa syarat, ketangguhan, dan pentingnya kebersamaan. "Tidak ada kata yang bisa menggambarkan apa artinya bagiku atau patah hati karena harus berpisah," tulisnya. Unggahan itu mendapat respons ribuan ucapan belasungkawa dari penggemar dan selebritas.
Pada 26 Juli, yang seharusnya menjadi ulang tahun MJ yang ke-92, Kris kembali mengunggah foto-foto kenangan. "Selamat ulang tahun di surga, Mommy. Aku mencintaimu," tulisnya. Cucu-cucu MJ, termasuk Kim dan Kourtney Kardashian, juga ikut mengenang. Kim mengaku menemukan banyak hal baru tentang neneknya saat membereskan barang-barang peninggalannya bersama ibunda. "Aku pikir aku tahu segalanya, tapi pekan ini aku belajar banyak hal yang membuatku semakin menghormati dan mencintaimu," ungkap Kim.
Kourtney, dalam unggahannya, menggambarkan MJ sebagai sosok yang identik dengan momen hangat seperti Halloween, Natal, dan kue jahe. Ia merasa bersyukur memiliki nenek yang menjadi "tempat aman" dan sumber cerita-cerita menakjubkan sepanjang hidupnya. Ungkapan duka dari ketiga generasi ini menunjukkan betapa eratnya ikatan keluarga di balik gemerlap dunia hiburan.
Meskipun berita ini berasal dari Amerika, fenomena penghormatan publik atas kepergian figur keluarga kerap menjadi cermin budaya selebritas global. Di Indonesia, ungkapan duka serupa sering terlihat di linimasa media sosial ketika tokoh publik kehilangan anggota keluarga. Cara keluarga Kardashian-Jenner mengelola duka di hadapan publik bisa menjadi bahan refleksi tentang bagaimana selebritas menyeimbangkan privasi dan kehidupan digital.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Kris dan anak-anaknya akan melanjutkan tradisi keluarga yang dijaga selama ini. MJ dikenal sebagai pendukung setia karier anak dan cucunyaโmulai dari acara realitas hingga bisnis kosmetik. Tanpa kehadirannya, dinamika keluarga yang kerap menjadi sorotan mungkin akan berubah. Namun, seperti ditulis Kris, "cinta seperti tidak akan pernah benar-benar pergi."



