Madjo Bersinar meski Villa Kalah: Cerita di Balik Kekalahan dari Sociedad
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa takluk 4-2 dari Real Sociedad dalam laga uji coba, namun penampilan striker remaja Brian Madjo mencuri perhatian.
- Madjo, yang belum bisa dimainkan di kompetisi resmi karena masalah registrasi, menunjukkan insting predatornya dengan mencetak gol penyeimbang.
- Villa akan melanjutkan tur pramusim ke Indonesia, menghadapi Indonesia All-Stars, sebelum laga Super Cup melawan PSG.

Kekalahan 4-2 dari Real Sociedad dalam laga uji coba di Birmingham, Selasa (25/7) lalu, mungkin mengusik perfeksionisme Unai Emery. Namun, di balik hasil tersebut, Aston Villa menemukan secercah harapan baru: performa impresif striker remaja Brian Madjo.
Madjo, yang baru berusia 17 tahun dan belum genap 18 hingga Januari mendatang, menjadi sorotan setelah mencetak gol penyeimbang pada menit ke-56. Meski hanya gol sederhana, aksinya menunjukkan naluri predator yang mengingatkan pada Romelu Lukaku—pemain Belgia bertubuh jangkung yang kerap dijadikan perbandingan. Dengan tinggi 193 cm, Madjo mampu merepotkan lini belakang Sociedad berkat kekuatan fisik dan daya gedornya.
Namun, masa depan striker ini di Villa masih diselimuti ketidakpastian administratif. Villa saat ini menunggu putusan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk bisa mendaftarkan Madjo. Pemain yang dibeli dari Metz seharga £10 juta pada Januari lalu itu lahir di London dan pernah tiga kali memperkuat timnas U-17 Luksemburg. Aturan FIFA melarang transfer pemain di bawah 18 tahun secara internasional, kecuali ada pengecualian—misalnya jika transfer terjadi di dalam Uni Eropa, status yang kini tidak lagi berlaku bagi Inggris.
Di tengah proses hukum tersebut, Madjo tetap menjadi proyek jangka panjang yang diam-diam diasah Emery. Dengan Ollie Watkins yang masih beristirahat setelah membela Inggris di Piala Dunia, serta Tammy Abraham yang baru pulih dari cedera bahu, Madjo mendapat kesempatan emas untuk unjuk gigi di laga pramusim. Meski belum bisa tampil di Premier League hingga awal tahun depan—atau lebih cepat jika Villa menang banding—ia diyakini akan menjadi senjata rahasia klub.
Lini depan Villa masih membutuhkan tambahan amunisi. Chelsea milik Nicolas Jackson menjadi target utama, namun dengan kehadiran Madjo, Emery memiliki opsi pengembangan internal yang tak kalah menjanjikan. Pelatih asal Spanyol itu dikenal gemar meramu pemain muda, dan Madjo bisa menjadi proyek berikutnya yang matang di tangannya.
Pertandingan melawan Sociedad juga menjadi ujian bagi pemain muda lainnya, seperti gelandang George Hemmings (19) dan bek Modou Cisse. Namun, Emery tampak frustrasi saat instruksinya tidak sepenuhnya diikuti. Ia beberapa kali terlihat berbicara sendiri dan memberikan arahan berulang kali—seperti yang terjadi pada winger Luka Lynch yang diminta untuk tidak bergerak sebelum akhirnya menerima bola.
Tur pramusim Villa akan berlanjut ke Asia Tenggara. Akhir pekan ini, mereka akan menghadapi Indonesia All-Stars di Jakarta—sebuah laga yang dinanti publik sepak bola Tanah Air. Selanjutnya, Villa akan melawan BG Pathum United (Thailand) dan Bayern Munich di Hong Kong, sebelum pulang untuk Super Cup melawan Paris Saint-Germain di Salzburg pada 12 Agustus. Dengan jadwal padat dan banyak pemain inti masih libur pasca-Piala Dunia, tur ini menjadi ajang bagi Emery untuk menemukan komposisi terbaik.
Kehilangan Youri Tielemans, Morgan Rogers, dan cedera panjang Amadou Onana membuat Villa bergerak cepat di bursa transfer. Namun, dari hasil laga uji coba ini, Emery mungkin telah menemukan satu jawaban untuk masa depan: Brian Madjo. Pertanyaannya, apakah CAS akan memberikan lampu hijau bagi remaja bertubuh raksasa itu untuk bersinar di Premier League lebih cepat?



