Liverpool Bidik Winger Muda Bournemouth Rayan sebagai Pewaris Salah?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool gencar mencari penyerang anyar setelah Mohamed Salah hengkang dengan status bebas transfer akhir Juni lalu.
- Klub Merseyside dikabarkan mengincar Rayan, winger Bournemouth berusia 19 tahun, sebagai alternatif utama pengganti Salah.
- Kendala klausul rilis £130 juta diyakini bisa ditekan berkat hubungan manajer Andoni Iraola dengan klub selatan Inggris tersebut.

Liverpool memasuki musim panas ini dengan agenda prioritas: menemukan sosok yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mohamed Salah. Setelah kontrak sang megabintang Mesir berakhir pada akhir Juni, The Reds kini mengalihkan fokus ke beberapa nama, dan Rayan, winger muda Bournemouth, muncul sebagai kandidat yang paling menarik perhatian.
Kepergian Salah bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Liverpool. Lini belakang yang diarsiteki Andoni Iraola—yang kini menjadi manajer Anfield—masih rentan, terutama dengan absennya Virgil van Dijk yang masih dalam masa pemulihan pasca Piala Dunia serta cedera Joe Gomez. Namun, kebutuhan akan penyerang anyar jauh lebih mendesak, terlebih setelah Alexander Isak dan Hugo Ekitike belum sepenuhnya tampil konsisten.
Nama-nama seperti Yan Diomande dan Bradley Barcola sempat menjadi bidikan utama. Namun, Diomande dikabarkan lebih memilih Real Madrid, sementara banderol Barcola yang mencapai £145 juta dinilai terlalu mahal. Laporan dari TEAMtalk mengungkapkan bahwa direktur olahraga Liverpool, Richard Hughes, telah mulai menjajaki opsi untuk mendatangkan Rayan dari Bournemouth—pemain yang baru didatangkan dari Vasco da Gama pada Januari lalu dengan biaya £25 juta.
Rayan, yang masih berusia 19 tahun, mencatatkan 5 gol dan 2 assist dalam 15 pertandingan bersama Bournemouth. Meski data statistiknya tergolong minim, kemampuannya di sisi kanan penyerangan dinilai sangat menjanjikan. Bahkan, rekan setimnya di Bournemouth, James Tavernier, menyebutnya sebagai pemain kelas dunia. Kelebihan lain, Rayan secara alami beroperasi di posisi sayap kanan—posisi yang ditinggalkan Salah—sementara Barcola lebih sering bermain di kiri.
Yang menjadi kendala utama adalah klausul rilis sebesar £130 juta yang tercantum dalam kontrak Rayan. Angka tersebut jelas memberatkan, apalagi Liverpool juga harus memperkuat sektor lain. Namun, hubungan erat antara Hughes dan Iraola dengan Bournemouth—dua sosok yang sebelumnya berkecimpung di klub tersebut—diharapkan dapat membantu menekan harga. Apalagi jika Rayan sendiri mulai menunjukkan keinginan hengkang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk diikuti. Liga Premier selalu menjadi tontonan utama, dan nasib Liverpool—klub dengan basis suporter yang besar di Tanah Air—sangat tergantung pada kesuksesan mereka di bursa transfer. Jika Rayan benar-benar bergabung, ia akan menjadi pemain Brasil pertama yang memperkuat Liverpool sejak era Philippe Coutinho, dan tentu akan menambah daya tarik lini serang The Reds.
Langkah Liverpool selanjutnya akan sangat menentukan. Apakah mereka berani mengeluarkan dana besar untuk Rayan, atau beralih ke opsi lain seperti Barcola? Atau mungkinkah kedua pemain bisa direkrut bersamaan? Yang jelas, dengan semakin mendekatnya musim baru, manajemen The Reds harus segera mengambil keputusan. Jika tidak, ancaman start lambat seperti musim lalu bisa kembali terulang.



