Dewa United Menang tapi Belum Aman di Empat Besar, Nasib Tergantung Persebaya
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan Dewa United atas Bali United belum menjamin posisi empat besar karena masih bergantung pada hasil laga Persebaya.
- Dengan 53 poin, Dewa United dan Malut United sama-sama berpeluang menggeser Persebaya yang mengoleksi 55 poin.
- Pelatih Jan Olde menyoroti performa awal musim yang buruk sebagai penyebab utama gagal bersaing stabil di papan atas.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
Jakarta, LyndHub β Dewa United berhasil mengalahkan Bali United di Banten International Stadium pada laga pamungkas BRI Super League 2025/2026, namun kemenangan tersebut belum cukup untuk mengamankan posisi empat besar. Klub berjuluk Banten Warriors itu masih harus menunggu hasil pertandingan Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri untuk menentukan nasibnya.
Saat ini Dewa United mengoleksi 53 poin, sama dengan Malut United, sementara Persebaya berada di peringkat keempat dengan 55 poin. Jika Persebaya menang atau imbang kontra Persik, maka posisi empat besar otomatis menjadi milik Bajul Ijo. Sebaliknya, jika Persebaya kalah, Dewa United berpeluang naik ke peringkat keempat karena unggul selisih gol.
Pelatih Dewa United, Jan Olde, mengakui bahwa timnya sempat menguasai kendali atas posisi keempat, tetapi kehilangan poin krusial akibat situasi corner kick. βKami sempat berada di posisi keempat dan kendali ada di tangan kami sendiri, tetapi kami kehilangan poin dari situasi corner kick. Sekarang ambisi kami tetap finis setinggi mungkin,β ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (21/5/2026). Ia menambahkan, βJika Persebaya memenangkan pertandingan, posisi itu bukan lagi di tangan kami. Kami harus bergantung pada tim lain.β
Menurut Jan Olde, kegagalan Dewa United bersaing konsisten di papan atas musim ini tidak lepas dari performa buruk pada awal kompetisi. Saat itu, komposisi skuad dinilai belum ideal dan proses adaptasi berjalan lambat. Meski demikian, ia menilai timnya berhasil bangkit dan menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang paruh kedua musim. Dewa United bahkan sempat mencatat tren positif dalam 20 pertandingan sebelum akhirnya kalah dari Persis Solo. βDalam hidup maupun sepak bola, jika ada sesuatu yang salah, biasanya itu dimulai dari awal,β katanya.
Pelatih asal Belanda itu enggan membahas kekuatan Bali United yang musim ini identik dengan sentuhan pelatih dan pemain asal Belanda. Ia memilih fokus membenahi timnya sendiri. βBali United tetap tim dengan ambisi besar meski posisi mereka sekarang di papan tengah,β tutupnya.
Ke depan, Dewa United harus mengevaluasi konsistensi performa sepanjang musim agar tidak lagi bergantung pada hasil tim lain di musim-musim mendatang. Perbaikan sejak awal kompetisi menjadi kunci untuk bersaing di papan atas secara mandiri.



