Model Prediksi Ekonom Jerman Ramalkan Belanda Juara Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Ekonom Joachim Klement mengembangkan model statistik yang telah tepat menebak juara Piala Dunia sejak 2014, dan untuk edisi 2026 model tersebut menjagokan Belanda.
- Meski memiliki rekam jejak sempurna, Klement mengingatkan bahwa faktor keberuntungan dan momen pertandingan tetap tidak bisa diprediksi, sehingga hasil akhir tetaplah spekulatif.
- Jika prediksi ini terbukti benar, Belanda akan menjadi negara keempat yang berhasil memenangkan Piala Dunia setelah Jerman, Prancis, dan Argentina sesuai ramalan model tersebut.

Seorang ekonom Jerman bernama Joachim Klement kembali mencuri perhatian publik dengan model prediksi Piala Dunia yang diklaimnya memiliki tingkat akurasi 100 persen sejak 2014. Untuk turnamen 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, model tersebut menjagokan Belanda sebagai kampiun. Jika terwujud, Belanda akan menjadi negara keempat yang berhasil memenangkan Piala Dunia sesuai ramalan Klement, setelah Jerman (2014), Prancis (2018), dan Argentina (2022).
Klement, yang bekerja sebagai ahli strategi di bank investasi Panmure Liberum, mengembangkan model ini bukan untuk tujuan taruhan atau meramal masa depan, melainkan sebagai kritik terhadap para ekonom yang terlalu percaya diri dalam membuat prediksi. "Ini dimulai sebagai latihan untuk menunjukkan kesombongan ekonom yang mengira bisa meramalkan hal-hal yang sebenarnya tidak mereka pahami," ujarnya. Namun, setelah tiga kali berturut-turut tepat, banyak pihak kini menganggapnya sebagai "guru" yang tak terkalahkan.
Dalam proyeksinya untuk Piala Dunia 2026, model Klement tidak hanya memprediksi juara, tetapi juga memetakan jalannya turnamen. Jepang disebut akan mengejutkan Brasil di babak kedua, sementara Skotlandia gagal lolos dari fase grup. Inggris diperkirakan mencapai semifinal, namun akan disingkirkan oleh Portugalโmengulang kejadian tahun 2006. Namun, model ini tidak berani meramalkan adu penalti yang mungkin terjadi.
Klement sendiri mengakui bahwa tekanan semakin besar seiring popularitas prediksinya. Rekan-rekan kerjanya bahkan mulai bertanya bagaimana cedera lutut pemain Belanda, Xavi Simons, akan memengaruhi hasil model. "Beberapa kolega saya sudah memasang taruhan pada Belanda setelah saya mempublikasikan catatan ini. Jika Belanda tersingkir, saya mungkin harus bekerja dari rumah keesokan harinya," candanya.
Di tengah berbagai krisis global, Klement berharap prediksinya bisa menjadi hiburan ringan bagi publik. "Pada 2026, dengan banyaknya perang dan masalah, ini adalah sesuatu yang membuat saya dan pembaca merasa senang, memberikan sedikit distraksi dari berita buruk," pungkasnya.