Italia Panggil Skuad Muda Berisi Tiga Bakat Borussia Dortmund untuk Laga Uji Coba
Baca dalam 60 detik
- Pelatih interim Silvio Baldini memanggil 25 pemain dengan rata-rata usia 20,5 tahun untuk dua laga persahabatan melawan Luksemburg dan Yunani.
- Tiga pemain Borussia Dortmund—Samuele Inacio, Filippo Mane, dan Luca Reggiani—masuk dalam skuad yang didominasi debutan senior.
- Keputusan ini diambil setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 dan Gennaro Gattuso mengundurkan diri, dengan Gianluigi Donnarumma menjadi satu-satunya pemain senior yang dipertahankan.

Pelatih interim Timnas Italia, Silvio Baldini, resmi mengumumkan skuad yang sebagian besar berisi pemain muda untuk dua pertandingan persahabatan melawan Luksemburg dan Yunani pada awal Juni mendatang. Keputusan ini diambil setelah Italia gagal merebut tiket Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina di babak play-off. Dalam skuad anyar tersebut, tiga talenta Borussia Dortmund—Samuele Inacio, Filippo Mane, dan Luca Reggiani—menjadi sorotan utama.
Baldini, yang sebelumnya menangani tim U-21 Italia, ditunjuk menggantikan Gennaro Gattuso yang mengundurkan diri setelah kegagalan di play-off. Dengan belum adanya pelatih tetap, Baldini memilih untuk tidak memanggil pemain-pemain langganan tim senior. Sebaliknya, ia fokus pada pemain muda yang sebagian besar belum pernah merasakan caps di level senior. Satu-satunya pengecualian adalah kiper Gianluigi Donnarumma, yang dianggap sebagai pemimpin dan pembimbing bagi skuad yang memiliki rata-rata usia hanya 20 tahun enam bulan.
Selain trio Dortmund, beberapa nama baru yang patut diperhatikan adalah Davide Bartesaghi dari AC Milan, Honest Ahanor dari Atalanta, dan Francesco Camarda yang kini dipinjamkan ke Lecce. Camarda, yang masih berusia 17 tahun, menjadi salah satu pemain termuda dalam skuad. Sementara itu, pemain seperti Pietro Comuzzo, Marco Palestra, Niccolò Pisilli, dan Francesco Pio Esposito sudah pernah tampil untuk Italia di level senior sebelumnya.
Laga persahabatan ini dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni di Luksemburg dan 7 Juni di Kreta, Yunani. Bagi Baldini, ini adalah kesempatan untuk menguji kemampuan para pemain muda dalam atmosfer pertandingan internasional. “Tidak ada gunanya memanggil pemain dari skuad reguler. Kami butuh energi baru dan kesempatan bagi pemain muda untuk membuktikan diri,” ujar Baldini dalam konferensi pers.
Ke depannya, hasil dari dua pertandingan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi FIGC dalam menentukan arah pembangunan tim nasional jangka panjang. Dengan kegagalan lolos ke Piala Dunia, Italia harus segera membangun fondasi yang kuat untuk kualifikasi turnamen berikutnya. Skuad muda ini bisa menjadi cikal bakal kebangkitan Azzurri di masa depan.



