Ebola Mengancam Partisipasi DR Congo di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pemain timnas DR Congo diwajibkan menjalani karantina 21 hari di Belgia sebelum bisa masuk AS akibat wabah Ebola.
- Kebijakan CDC melarang masuknya warga non-AS yang pernah berada di DR Congo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir.
- Jika protokol bubble dilanggar, tim berisiko tidak bisa bertanding di Piala Dunia, termasuk laga pembuka melawan Portugal.

Tim nasional sepak bola Republik Demokratik Kongo (DR Congo) menghadapi kendala serius menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Otoritas kesehatan AS mewajibkan seluruh anggota skuad untuk menjalani isolasi selama 21 hari di Belgia sebelum diizinkan masuk ke wilayah AS, menyusul peningkatan status wabah Ebola di negara asal mereka.
Keputusan ini diambil setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperketat aturan imigrasi bagi warga non-Amerika yang pernah berada di DR Congo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam tiga pekan terakhir. Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, menegaskan bahwa skuad DR Congo harus tetap berada dalam "gelembung" ketat di Belgia. "Mereka harus menjaga gelembung itu atau berisiko tidak bisa terbang ke Amerika Serikat. Kami tidak bisa lebih jelas lagi," ujarnya kepada ESPN.
Nilai Strategis: DR Congo tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan. Laga pembuka melawan Portugal dijadwalkan pada 17 Juni 2026. Jika karantina gagal dipatuhi, partisipasi mereka di turnamen bisa batal total.
Sebelumnya, rencana pemusatan latihan di Kinshasa dibatalkan dan digantikan dengan sesi di Belgia. Seluruh pemain DR Congo diketahui bermain di luar negeri, sehingga tidak terkena dampak langsung larangan perjalanan dari CDC. Namun, Giuliani memperingatkan bahwa staf pendukung atau siapa pun yang bergabung dengan tim harus memiliki gelembung terpisah. "Jika mereka datang dan menunjukkan gejala, mereka mempertaruhkan kemampuan seluruh tim untuk bertanding di Piala Dunia ini," tambahnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat lalu menaikkan risiko kesehatan masyarakat akibat Ebola di DR Congo dari "tinggi" menjadi "sangat tinggi". Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa risiko di kawasan Afrika secara umum masih "tinggi", namun tetap "rendah" secara global. Meski demikian, langkah pencegahan ketat dari AS dinilai wajar mengingat potensi penyebaran virus.
DR Congo dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Denmark pada 3 Juni di Belgia dan melawan Chile pada 9 Juni di Spanyol. Pertandingan-pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan sekaligus uji coba protokol kesehatan tim. Jika semua berjalan lancar, mereka akan terbang ke AS tepat waktu untuk turnamen yang berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli.
Ke depan, situasi ini menyoroti betapa rentannya event olahraga global terhadap krisis kesehatan. DR Congo harus mampu menjaga disiplin ketat selama masa karantina agar mimpi tampil di Piala Dunia tidak sirna. Sementara itu, pihak penyelenggara dan otoritas kesehatan terus memantau perkembangan wabah untuk memastikan keselamatan semua peserta.



