F1 Kembali ke Sepang: Bahrain GP Digelar di Malaysia, Mercedes Bawa Upgrade Besar
Baca dalam 60 detik
- Grand Prix Bahrain 2026 dipindahkan ke Sirkuit Sepang, Malaysia, menandai balapan F1 pertama di negara itu sejak 2017.
- Mercedes berencana membawa paket upgrade besar yang bisa memperlebar jarak dengan Red Bull di klasemen konstruktor.
- Masa depan Esteban Ocon di Haas dan kontroversi media sosial Franco Colapinto menjadi sorotan jelang balapan.

Formula 1 akan menggelar Grand Prix Bahrain di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, akhir pekan ini. Ini menjadi balapan pertama di Malaysia sejak 2017, setelah konflik Timur Tengah memaksa Bahrain membatalkan grand prixnya. Balapan ini merupakan putaran ke-16 musim 2026 dan berada di tengah rangkaian triple header.
Sepang terakhir kali menggelar F1 pada 2017 sebelum kehilangan tempat karena masalah pendanaan. Kembalinya sirkuit ini ke kalender F1 menyiratkan upaya memperluas jangkauan pasar di Asia Tenggara, meski statusnya sebagai pengganti sementara masih menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan jangka panjang. Bagi penggemar di Indonesia, balapan di Malaysia menawarkan akses lebih dekat untuk menyaksikan langsung aksi para pembalap elite dunia.
Dari sisi kompetisi, perhatian tertuju pada Mercedes yang dikabarkan membawa paket pengembangan besar untuk mobil W16. Pembaruan ini berpotensi memperlebar keunggulan mereka atas Red Bull, yang baru saja menemukan performa kompetitif. Max Verstappen mengakui bahwa jika upgrade Mercedes berfungsi, posisi Red Bull akan semakin sulit. "Jika mereka membawa upgrade ke Malaysia dan itu bekerja, mereka akan selangkah lebih maju. Itu tidak diinginkan," ujar Verstappen.
Red Bull sendiri sedang dalam momentum positif setelah meraih podium ganda di Baku. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah kecepatan mereka di lintasan lurus Baku bisa direplikasi di Sepang yang memiliki dua trek lurus panjang. Jika tidak, Mercedes bisa kembali menjauh. Balapan di Sepang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi Red Bull.
"Saya selalu tertinggal satu langkah. Akhir pekan nanti, saya akan kembali ke level saya," tegas Kimi Antonelli, pemimpin klasemen, di Azerbaijan.
Sementara itu, pasar pembalap untuk 2027 mulai memanas. Fernando Alonso memastikan bertahan di F1, sementara Esteban Ocon dipastikan meninggalkan Haas akhir musim ini. Ocon, yang mengklaim dirinya sebagai salah satu pembalap terbaik, kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan ucapannya. Performa buruknya dua tahun terakhir dikaitkan dengan mobil Haas yang tidak konsisten, tetapi ia sering dikalahkan oleh rekan setimnya yang masih muda, Oliver Bearman.
Kontroversi juga menyelimuti Franco Colapinto setelah insiden dengan Pierre Gasly dan Lando Norris di Baku. Colapinto mendapat penalti turun lima posisi di Sepang dan menjadi sasaran serangan daring. Norris telah meminta maaf karena menyerukan larangan untuk Colapinto, sementara Alpine mengeluarkan seruan keempat untuk menghentikan pelecehan di media sosial. Insiden ini menyoroti masalah yang lebih besar dalam F1 terkait budaya daring yang toxic.
Dengan hanya tujuh balapan tersisa, persaingan gelar juara dunia masih terbuka. Mercedes berpeluang memperbesar jarak, Red Bull berusaha membuktikan bahwa performa di Baku bukanlah kebetulan, dan para pembalap yang masa depannya belum jelas akan berjuang untuk membuktikan nilai mereka. Akankah Sepang menjadi panggung kebangkitan Red Bull, atau justru menjadi titik di mana Mercedes mengunci dominasi mereka? Kita nantikan jawabannya di lintasan.



