Bitcoin Gagal Pertahankan $85.500: Imbal Hasil Obligasi AS Jadi Penghalang
Baca dalam 60 detik
- Laporan inflasi AS yang lebih lembut dari perkiraan sempat mendorong Bitcoin ke level tertinggi $85.500, namun kenaikan itu sirna saat imbal hasil Treasury bertahan di sekitar level tertinggi sejak 2002.
- HYPE dan DOGE memimpin penguatan aset kripto utama, sementara SOL tertinggal dengan penurunan hampir 1%.
- Analis menilai penurunan berkelanjutan pada imbal hasil obligasi 10 tahun akan menjadi kunci bagi reli Bitcoin berikutnya.

Bitcoin kembali ke level $83.700 pada perdagangan Kamis pagi waktu Asia, setelah sempat melonjak ke $85.500 sehari sebelumnya. Lonjakan tersebut dipicu oleh rilis laporan inflasi AS yang lebih dingin dari ekspektasi, tetapi euforia itu cepat menguap seiring imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tetap bertahan di sekitar level tertinggi sejak 2002.
Data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Agustus menunjukkan inflasi tahunan melandai menjadi 3,4%, sementara inflasi inti—yang mengecualikan harga pangan dan energi—berada di 3,0%. Angka ini lebih rendah dari konsensus pasar, sehingga menurunkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober dan mengalihkan perhatian ke pertemuan Desember. Menurut Dan Khus, kepala analis di LVRG Research, pasar kripto sempat membaca sinyal tersebut sebagai kelegaan, mendorong Bitcoin menembus $85.000 saat imbal hasil obligasi menurun dan selera risiko kembali menguat.
Namun, aksi jual di akhir sesi Wall Street menghapus hampir seluruh kenaikan itu. Imbal hasil Treasury 10 tahun bertengger di kisaran 5,28%, mendekati puncak hari Rabu, sedangkan tenor 30 tahun stabil di 5,62% setelah menyentuh level tertinggi sejak 2002. Penurunan harga minyak sempat menahan laju aksi jual obligasi, tetapi dolar AS justru menguat—kombinasi yang secara historis menekan aset berisiko seperti kripto.
Di antara aset kripto utama, HYPE memimpin dengan kenaikan 3% ke sekitar $89, diikuti DOGE yang naik hampir 2% mendekati 10 sen. Ether, BNB, TRX, dan ZEC masing-masing menambah kurang dari 1%, sementara XRP datar di $1,50. Solana (SOL) menjadi satu-satunya yang terkoreksi, turun hampir 1% ke bawah $119. Data CoinDesk menunjukkan rotasi dana yang terbatas, dengan investor cenderung menunggu kejelasan arah kebijakan moneter.
Sentimen risiko sebenarnya masih terjaga di pasar saham Asia. Futures Nasdaq 100 naik 0,8% dan S&P 500 berjangka menguat 0,4%. Indeks Nikkei Jepang melesat 2,7% dan Kospi Korea Selatan menambah 1,2%, didorong oleh proyeksi optimistis Micron Technology yang mengangkat saham-saham chip. Bahkan, Alphabet mencatat kenaikan 1,5% di perdagangan lanjutan setelah Google mulai meluncurkan Gemini 4 Argon, model AI terbarunya. Namun, euforia di ekuitas tidak serta-merta menular ke kripto karena pasar obligasi masih menjadi magnet utama.
Bagi investor Indonesia, dinamika ini memiliki implikasi langsung. Imbal hasil obligasi AS yang tinggi membuat yield obligasi negara (SUN) dalam negeri kurang menarik, sehingga aliran modal asing ke pasar SBN berpotensi terhambat. Tekanan pada rupiah juga bisa meningkat jika dolar terus menguat, yang pada gilirannya membatasi ruang Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter. Di sisi lain, pelaku pasar kripto domestik—yang jumlahnya terus bertambah—perlu mencermati bahwa reli Bitcoin kali ini sangat bergantung pada pergerakan imbal hasil global, bukan sekadar faktor internal industri.
"Laporan PCE Agustus menunjukkan inflasi mendingin lebih dari perkiraan, yang mengurangi peluang kenaikan suku bunga Fed pada Oktober dan membuat Desember menjadi momen yang lebih mungkin," ujar Dan Khus, kepala analis LVRG Research, dalam surel kepada CoinDesk.
Ke depan, pertanyaan kuncinya adalah apakah imbal hasil Treasury 10 tahun akan turun secara berkelanjutan. Selama yield bertahan di atas 5,2%, ruang bagi Bitcoin untuk mengukir reli yang solid akan tetap sempit. Pasar juga akan mencermati data tenaga kerja AS dan sinyal dari The Fed dalam beberapa pekan mendatang. Tanpa penurunan yield yang meyakinkan, setiap lonjakan kripto berpotensi kembali menjadi reli semu yang cepat pudar.



