Lego dan Sony Hadirkan PlayStation Klasik dalam Bentuk Bata, Siap Rilis 1 Oktober
Baca dalam 60 detik
- Lego resmi mengumumkan set konsol PlayStation generasi pertama dengan 1.911 keping, dijual mulai 1 Oktober mendatang.
- Set ini menawarkan replika konsol dan kontroler skala hampir 1:1, lengkap dengan tombol 'Open' yang berfungsi serta diorama mini Gran Turismo dan Ape Escape.
- Peluncuran ini memperluas lini retro konsol Lego setelah NES, Atari 2600, dan Sega Genesis, menyasar kolektor dewasa dan penggemar nostalgia.

Lego dan Sony resmi mengumumkan set konsol PlayStation orisinal dalam bentuk bata plastik. Set yang diberi nama Lego Sony PlayStation ini dijadwalkan meluncur pada 1 Oktober 2026, menandai kerja sama pertama antara produsen mainan asal Denmark itu dengan brand konsol besutan Sony. Pengumuman ini menutup spekulasi yang beredar sejak beberapa bulan lalu setelah bocoran gambar muncul di forum daring.
Dengan 1.911 keping, set ini dirancang mendekati skala 1:1 dari konsol PlayStation generasi pertama yang legendaris. Harga yang dipatok adalah US$179,99 atau sekitar Rp2,8 juta (asumsi kurs Rp15.600). Angka 1.911 sendiri dipilih sebagai penghormatan terhadap tahun kelahiran PlayStation di Jepang, meski konsol itu baru meluncur secara global pada 1995. Lego menyebut set ini sebagai penghormatan bagi warisan budaya pop yang telah membentuk industri gim modern.
Yang membuat set ini istimewa adalah fitur interaktifnya. Tombol "Open" di sudut kanan depan replika benar-benar berfungsi, membuka tutup konsol yang dilengkapi pegas untuk menampilkan dua diorama mini. Di dalamnya terdapat logo "PS" klasik yang direkonstruksi dari bata, serta dua diorama yang merujuk pada game ikonik: Gran Turismo (1997) dan Ape Escape (1999). Detail ini dirancang untuk membangkitkan memori kolektif para pemain yang tumbuh besar bersama konsol tersebut.
Jika dibandingkan dengan set konsol retro Lego lainnya, PlayStation berada di posisi tengah. Lego Atari 2600 memiliki 2.532 keping, Lego Nintendo Entertainment System 2.646 keping, sedangkan Lego Sega Genesis hanya 480 keping. Masing-masing set menawarkan bonus berbeda: NES dilengkapi televisi retro, sementara Atari 2600 disertai beberapa kartrid. Lego PlayStation tidak menyertakan televisi atau kartrid, tetapi diorama internalnya menjadi nilai jual utama.
"Set ini bukan sekadar replika, melainkan perayaan sejarah PlayStation yang dapat dirakit dan disentuh," ujar perwakilan Lego dalam pengumuman resminya, seperti dikutip dari siaran pers.
Lego memang gencar mengeksplorasi pasar kolektor dewasa melalui lini Lego for Adults. Strategi ini terbukti berhasil: set NES dan Atari 2600 kerap habis dalam waktu singkat dan menjadi buruan di pasar sekunder. Peluncuran PlayStation diprediksi mengikuti pola serupa, terutama karena basis penggemar PlayStation di seluruh dunia sangat besar, termasuk di Indonesia. Komunitas retro gaming Tanah Air, yang aktif di platform seperti Instagram dan Discord, menyambut positif pengumuman ini.
Meski demikian, harga US$179,99 terbilang premium untuk ukuran set Lego. Di Indonesia, harga resmi belum diumumkan, tetapi jika mengikuti pola set Lego lain, kemungkinan dijual sekitar Rp3,2โ3,5 juta setelah pajak dan biaya impor. Ketersediaan di toko ritel resmi Lego Indonesia juga masih tanda tanya. Sebelumnya, set NES dan Atari 2600 tidak selalu masuk secara resmi, sehingga banyak kolektor mengandalkan pembelian dari luar negeri atau marketplace.
Peluncuran ini juga menandai babak baru kolaborasi antara Lego dan pemilik waralaba gim. Setelah Nintendo, Sega, dan Atari, kini Sony bergabung. Apakah Microsoft dengan Xbox akan menyusul? Mengingat Lego pernah merilis set bertema Minecraft dan Sonic the Hedgehog, bukan tidak mungkin konsol Xbox menjadi proyek berikutnya. Yang jelas, bagi penggemar PlayStation, 1 Oktober akan menjadi momen untuk memiliki sepotong sejarah dalam bentuk bata.



