Madura United Bangkit di BRI Super League, Jeda FIFA Jadi Momentum Pemulihan
Baca dalam 60 detik
- Madura United menyapu bersih tiga kemenangan awal BRI Super League 2026/27, kontras dengan dua musim sebelumnya yang nyaris degradasi.
- Jeda FIFA Matchday September dimanfaatkan untuk memulihkan pemain cedera, bukan belanja pemain baru.
- Jadwal padat lima laga Oktober menjadi ujian sesungguhnya bagi Laskar Sape Kerrap.

Madura United tampil mengejutkan di awal BRI Super League 2026/27 dengan menyapu bersih tiga kemenangan. Kebangkitan ini tidak lepas dari pemanfaatan jeda FIFA Matchday September yang bertepatan dengan FIFA ASEAN Cup 2026. Alih-alih sibuk di bursa transfer, Laskar Sape Kerrap memilih fokus pada pemulihan pemain inti yang sempat absen.
Dua musim sebelumnya, Madura United nyaris terdegradasi ke kasta kedua. Kini, di bawah pelatih Ze Gomes, mereka kembali ke papan atas. Perubahan drastis ini menunjukkan bahwa manajemen klub belajar dari kesalahan dan memanfaatkan waktu rehat secara strategis.
Jeda kompetisi dimanfaatkan untuk memulihkan pemain cedera. Kapten Lulinha yang mengalami cedera betis sudah memasuki fase 4 pemulihan setelah MRI dan injeksi secretome. Sementara Jordy Wehrmann yang menjalani operasi bahu akibat Bankart tear masih membutuhkan sekitar dua bulan untuk kembali. Gio Numberi dan Moch. Dicky juga dalam proses rehabilitasi dengan estimasi masing-masing satu dan dua minggu.
Dokter tim, Irsyad Ramadhan, mengungkapkan bahwa kondisi pemain terus dipantau. "Setelah MRI dan injeksi secretome, Lulinha memasuki fase 4 dengan progres baik," ujarnya. Untuk Jordy, ia menambahkan, "Fokus fisio intensif pasca-operasi, estimasi kembali sekitar dua bulan."
Madura United tidak melakukan pembelian pemain di sisa bursa transfer. Keputusan ini menegaskan bahwa mereka mengandalkan kekuatan internal dan pemulihan fisik. Strategi ini berisiko jika cedera kembali menghantui, tetapi sejauh ini terbukti efektif.
Ujian sebenarnya akan datang pada Oktober. Lima pertandingan menanti, dimulai dari lawatan ke Persik Kediri (9/10), menjamu Bhayangkara FC (16/10), lalu menghadapi Persib Bandung (22/10), dan dua laga away ke Persebaya Surabaya (26/10) serta PSM Makassar (31/10). Jadwal ini akan menguji kedalaman skuad dan ketahanan fisik pemain yang baru pulih.
Jika mampu melewati periode krusial ini dengan hasil positif, Madura United berpeluang besar bersaing di papan atas. Sebaliknya, rentetan cedera bisa menggagalkan momentum. Manajemen dan tim medis menjadi kunci untuk menjaga performa.
Akankah Madura United mempertahankan tren positif atau justru tergelincir di bulan tersibuk? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



