Samsung Gallery Putuskan OneDrive, Pengguna Galaxy Kini Harus Pindah ke Google Photos
Baca dalam 60 detik
- Samsung resmi menghentikan sinkronisasi otomatis Samsung Gallery ke Microsoft OneDrive per 30 September 2026, memaksa pengguna beralih ke Google Photos.
- Transisi tidak mulus: sejumlah pengguna melaporkan opsi Google Photos belum muncul, aplikasi tidak kompatibel dengan One UI 8.5, hingga foto hilang dan tanggal kacau.
- Langkah ini berpotensi mengubah lanskap penyimpanan awan ponsel di Indonesia, tempat Galaxy dan Google Photos sama-sama dominan.

Samsung resmi menutup fitur backup Samsung Gallery ke Microsoft OneDrive pada 30 September 2026. Artinya, mulai hari ini, pengguna Galaxy yang mengandalkan OneDrive untuk menyimpan salinan foto dan video di awan tidak lagi bisa melakukan pencadangan otomatis dari aplikasi Galeri. Foto yang sudah tersimpan di OneDrive tidak terhapus, tetapi tidak lagi bisa diakses dari dalam Samsung Gallery.
Keputusan ini menandai pergeseran besar dalam ekosistem penyimpanan Samsung. Selama bertahun-tahun, OneDrive menjadi mitra utama bagi pengguna Galaxy yang ingin menyimpan foto secara otomatis. Kini, Samsung mengalihkan dukungan ke Google Photos. Namun, transisi ini tidak berjalan mulus. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa opsi sinkronisasi Google Photos belum muncul di perangkat mereka, bahkan setelah pembaruan tersedia.
Bagi yang ingin melanjutkan pencadangan otomatis, Samsung mensyaratkan dua pembaruan: Samsung Gallery versi 15.9.01.7 dan Gallery Cloud Sync versi 1.6.09.31 atau lebih baru. Setelah memperbarui, pengguna harus memutus tautan OneDrive terlebih dahulu agar opsi Google Photos muncul. Konsekuensinya, pengguna perlu memiliki akun Google dengan ruang penyimpanan yang memadai.
Yang perlu dicermati, integrasi Google Photos bukan pengganti setara OneDrive. Salah satu kehilangan terbesar adalah akses folder di komputer. Jika sebelumnya pengguna bisa membuka folder OneDrive di PC, kini mereka harus mengunduh file satu per satu atau mengaksesnya lewat aplikasi Google Photos. Bagi pelanggan Microsoft 365 yang membayar untuk penyimpanan 1TB, ini menjadi pukulan telak. Mereka yang selama ini mengandalkan OneDrive untuk backup Galaxy kini harus membayar langganan Google tambahan jika ingin melanjutkan pencadangan.
"Pengguna yang tidak ingin beralih ke Google Photos dapat tetap menggunakan aplikasi OneDrive untuk backup kamera, tanpa terhubung ke Samsung Gallery," demikian saran yang muncul di forum diskusi, seperti dikutip dari keluhan pengguna di Reddit.
Di Indonesia, dampak kebijakan ini terasa signifikan. Samsung dan Google Photos adalah dua nama besar di pasar ponsel Tanah Air. Banyak pengguna Galaxy di kota-kota besar yang telah terbiasa dengan OneDrive karena paket Microsoft 365. Kini mereka dihadapkan pada pilihan: pindah ke Google Photos, tetap pakai OneDrive lewat aplikasi terpisah, atau beralih ke aplikasi galeri pihak ketiga. Operator seluler dan penyedia cloud lokal mungkin melihat peluang, tetapi dominasi Google Photos sulit dibendung.
Masalah teknis juga membayangi. Beberapa pengguna dengan One UI 8.5 melaporkan tidak bisa menginstal Gallery Cloud Sync karena dianggap tidak kompatibel. Ada pula yang kehilangan foto, tanggal salah, dan unggahan macet. SammyGuru bahkan melaporkan bahwa mengosongkan Trash di Samsung Gallery otomatis menghapus Trash di Google Photos, sehingga item tidak bertahan 30 hari seperti seharusnya.
Ke depan, Samsung dan Google perlu segera membenahi celah transisi ini. Jika tidak, kepercayaan pengguna terhadap ekosistem Galaxy bisa tergerus. Pertanyaannya, akankah Samsung menyediakan jalur migrasi yang lebih mulus, atau justru mendorong pengguna mencari solusi di luar ekosistem mereka?



