Mike Flanagan Tulis Ulang "The Mist", Siap Rilis Ulang dengan Sentuhan Baru
Baca dalam 60 detik
- Mike Flanagan tengah menulis skenario adaptasi terbaru Stephen King, "The Mist", dan berencana menyelesaikannya sekitar Halloween.
- Proyek ini akan berbeda dari film 2007 garapan Frank Darabont, dengan pendekatan segar yang dijanjikan Flanagan.
- Warner Bros mengonfirmasi proyek ini, menandai kolaborasi lanjutan Flanagan dengan dunia King setelah sukses "Doctor Sleep".

Mike Flanagan, sutradara yang dikenal lewat "The Haunting of Hill House" dan "Doctor Sleep", sedang mengerjakan adaptasi terbaru dari novela Stephen King, "The Mist". Dalam wawancara dengan Collider di Toronto International Film Festival, Flanagan mengungkapkan bahwa ia sedang menulis skenario saat ini, bahkan mengerjakannya di pesawat menuju festival. "Saya sedang menulisnya sekarang. Saya mengerjakannya di pesawat ke sini," ujarnya.
Proyek ini merupakan bagian dari kesepakatan dengan Warner Bros yang dikonfirmasi awal tahun ini. Flanagan tidak hanya menulis dan menyutradarai, tetapi juga memproduksi melalui rumah produksinya, Red Room Pictures, bersama Tyler Thompson serta Gary Barber dan Chris Stone dari Spyglass. Alexandra Magistro bertindak sebagai produser eksekutif. Meski skenario ditargetkan rampung mendekati Halloween, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal produksi atau pemilihan pemain.
Flanagan menegaskan bahwa adaptasinya akan mengambil arah berbeda dari film tahun 2007 garapan Frank Darabont yang ia sebut "luar biasa" dan "kejam". "Tidak ada gunanya mengulang hal yang sama, jadi saya bisa melakukan sesuatu yang baru, yang selalu menyenangkan," katanya. Pendekatan baru ini sejalan dengan rekam jejak Flanagan yang sering menghadirkan interpretasi unik dalam setiap adaptasi karya King, seperti pada "Gerald's Game" dan "Doctor Sleep".
"The Mist" pertama kali muncul dalam kumpulan cerita pendek King, "Skeleton Crew", dan telah diadaptasi menjadi film pada 2007 yang dibintangi Thomas Jane, serta serial televisi pada 2017. Kisahnya berpusat pada sebuah kota kecil di Maine yang dilanda kabut misterius yang memunculkan makhluk mengerikan, memaksa sekelompok orang berlindung di toko kelontong. Seperti khas karya King, situasi chaos tidak hanya menghadirkan teror eksternal tetapi juga mengungkap sisi gelap manusia, termasuk munculnya mentalitas massa dan ekstremis yang tak terkendali.
"Setelah dia mendengar pendekatan saya dan mengapa saya ingin melakukannya dengan cara itu, dia memberikan restu sebelum saya menulis skenario. Dan, jika dia tidak memberikan restu, saya tidak akan membuat film itu." - Mike Flanagan tentang restu Stephen King untuk "Doctor Sleep".
Bagi pasar Indonesia, proyek ini berpotensi menjadi tontonan yang dinanti, mengingat basis penggemar Stephen King dan Mike Flanagan cukup besar. Adaptasi King sering kali mendapat perhatian luas, dan dengan pendekatan Flanagan yang khas, "The Mist" bisa menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan. Selain itu, keberhasilan Flanagan dalam menggarap "Doctor Sleep" menunjukkan bahwa ia mampu menghadirkan karya yang setia namun tetap segar, sebuah formula yang bisa menarik penonton global, termasuk Indonesia.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah seberapa jauh Flanagan akan membawa "The Mist" keluar dari bayang-bayang versi sebelumnya. Dengan restu King yang selalu ia prioritaskan, serta visi yang jelas, proyek ini berpotensi menjadi adaptasi definitif. Apakah Flanagan akan menghadirkan teror yang lebih psikologis atau justru lebih visceral? Waktu yang akan menjawab, tetapi antusiasme sudah terasa di kalangan penggemar.



