Pete Davidson Tantang Kritik di Film Tommy Karate: 'Saya Terinspirasi untuk Membuktikan Diri'
Baca dalam 60 detik
- Pete Davidson akan memerankan pembunuh mafia Tommy Pitera dalam film Tommy Karate, produksi dimulai bulan depan.
- Aktor 32 tahun itu mengaku komentar negatif di media justru memacu semangatnya untuk membuktikan kemampuan aktingnya.
- Kolaborasinya dengan Eddie Murphy di The Pickup disebut sebagai titik balik karier keduanya di industri hiburan.

Aktor Hollywood Pete Davidson menyatakan bahwa cemoohan dan kritik yang ia terima dari publik tidak menyurutkan langkahnya, melainkan menjadi bahan bakar untuk membuktikan kapasitas aktingnya. Pernyataan ini muncul saat ia mempromosikan proyek terbarunya, Tommy Karate, sebuah film thriller kriminal yang mengangkat kisah nyata pembunuh bayaran mafia, Tommy Pitera.
Dalam wawancara dengan majalah Interview, Davidson mengungkapkan bahwa peran tersebut merupakan lompatan besar dalam kariernya. Ia mengaku telah lama terjebak dalam stereotip peran komedi ringan, sehingga kesempatan memerankan tokoh gelap dan kompleks seperti Pitera menjadi tantangan yang ia nantikan. "Ini adalah kisah mafia nyata terbaik yang belum pernah difilmkan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia langsung mencari tahu mengapa cerita ini belum diadaptasi ke layar lebar.
Film ini dijadwalkan mulai syuting bulan depan dan juga dibintangi Camila Mendes serta Simon Rex. Davidson menyebut naskahnya sebagai sesuatu yang "liar dan gelap", dan ia sadar bahwa banyak pihak meragukan kemampuannya. "Jika Anda membaca komentar di artikel tentang film ini, tidak ada satu pun yang positif. Saya sangat terinspirasi dan terdorong untuk membuktikan diri," tuturnya.
Pitera sendiri dikenal sebagai salah satu pembunuh paling kejam dalam sejarah kejahatan terorganisir Amerika. Kisah hidupnyaโdari korban perundungan di sekolah, belajar karate di Jepang, hingga menjadi eksekutor mafiaโmenjadi daya tarik utama bagi Davidson. Ia mengaku membaca buku tentang Pitera dan langsung terobsesi untuk membawanya ke layar lebar.
"Ini sangat menyenangkan, kawan. Kami syuting bulan depan. Ini gila, jadi saya bersemangat," kata Davidson.
Sebelumnya, Davidson beradu akting dengan Eddie Murphy dalam film komedi The Pickup. Murphy, yang juga merupakan alumni Saturday Night Live (SNL), mengaku memiliki banyak kesamaan dengan Davidson. "Kami sama-sama mulai stand-up saat masih sangat muda, sama-sama bergabung dengan SNL di usia muda, dan sama-sama kehilangan ayah saat masih kecil. Jadi kami punya banyak kesamaan," ujar Murphy kepada Extra. Ia menambahkan bahwa bekerja dengan sesama alumni SNL selalu memberinya rasa kekeluargaan.
Bagi industri hiburan Indonesia, fenomena Pete Davidson ini mencerminkan bagaimana tekanan publik dan kritik daring dapat menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, aktor dituntut untuk terus berinovasi dan keluar dari zona nyaman; di sisi lain, kesehatan mental menjadi taruhan. Davidson sendiri dikenal terbuka tentang perjuangan kesehatan mentalnya, dan ia memilih merespons kritik dengan sikap positif. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi para kreator konten dan seniman tanah air yang kerap menghadapi cibiran di media sosial.
Dengan jadwal syuting yang semakin dekat, publik menanti apakah Davidson mampu membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar komedian. Apakah Tommy Karate akan menjadi titik balik yang ia harapkan, atau justru memperkuat keraguan para pengkritiknya? Yang jelas, Davidson tidak berniat mundur.



