Zachary Levi Bangun Studio Rp1,6 Triliun di Texas, Tinggalkan Hollywood yang Dianggap 'Rusak'
Baca dalam 60 detik
- Aktor Zachary Levi meninggalkan California dan menetap di Texas untuk membangun Wyldwood Studios, kompleks film dan gaya hidup senilai $100 juta.
- Proyek ini lahir dari kekecewaannya terhadap industri hiburan yang dinilainya sudah tidak sehat dan didominasi kepentingan bisnis.
- Studio yang menempati lahan 75 acre itu diharapkan menjadi model alternatif bagi para pekerja kreatif, dengan pembukaan soundstage pertama pada 2027.

Aktor Zachary Levi memutuskan pindah dari California ke Texas dan memulai proyek ambisius: membangun Wyldwood Studios, sebuah kampus film dan gaya hidup senilai $100 juta (sekitar Rp1,6 triliun) di atas lahan seluas 75 acre di Bastrop County, dekat Austin. Langkah ini diambil setelah ia menilai industri hiburan Hollywood sudah tidak lagi berpihak pada para kreator.
Levi, yang dikenal lewat peran di serial Chuck dan film Shazam!, mengungkapkan bahwa kepindahannya bukan sekadar relokasi bisnis. Ia menyebut dirinya terdorong oleh keyakinan spiritual untuk menciptakan ekosistem alternatif yang lebih adil. “Saya melihat betapa rusaknya sistem yang ada, dan saya merasa terpanggil untuk membangun Hollywood yang lebih baik,” ujarnya kepada Fox News Digital, seperti dikutip dari wawancara eksklusif.
Proyek Wyldwood Studios dirancang tidak hanya sebagai tempat produksi film, tetapi juga sebagai komunitas mandiri. Di dalamnya akan ada kantor produksi, hunian, ruang kesehatan, hingga pertanian organik. Levi membayangkan sebuah lingkungan di mana para pekerja seni dapat hidup, bekerja, dan membesarkan anak-anak mereka tanpa harus terpisah dari keluarga karena tuntutan lokasi syuting.
Keputusan Levi meninggalkan California—yang ia sebut sebagai “negara bagian gagal” secara literal dan kiasan—mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan pekerja kreatif. Biaya hidup yang melonjak, regulasi ketat, dan persaingan sengit di Los Angeles membuat sejumlah profesional mempertimbangkan alternatif. Texas, dengan insentif pajak dan biaya produksi lebih rendah, menjadi magnet baru bagi industri film.
“Saya meninggalkan banyak komunitas, keluarga, dan cuaca sempurna di California Selatan. Tapi ketika saya timbang, panggilan untuk membangun dunia yang lebih baik jauh lebih penting,” kata Levi.
Meski demikian, proyek ini bukan tanpa tantangan. Membangun studio dari nol membutuhkan modal besar, perizinan, dan jaringan distribusi yang mapan. Levi mengaku telah menyiapkan lahan sejak sembilan tahun lalu, namun eksekusinya baru dimulai sekarang. Ia berharap Wyldwood dapat menjadi semacam “United Artists” versi modern—dimiliki dan dioperasikan oleh para seniman, tanpa perantara yang mengambil keuntungan berlebihan.
Bagi Indonesia, langkah Levi ini bisa menjadi cermin. Industri kreatif tanah air juga menghadapi persoalan serupa: dominasi pemodal besar, minimnya ruang bagi pekerja seni untuk berkarya secara mandiri, dan kesenjangan kesejahteraan. Jika Wyldwood berhasil, model kampus terpadu yang menggabungkan produksi, hunian, dan gaya hidup sehat dapat menginspirasi pengembangan kawasan kreatif di luar Jakarta—misalnya di Bali, Yogyakarta, atau Batam—yang selama ini bergantung pada insentif pemerintah.
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya apakah studio ini akan berdiri sesuai jadwal 2027, tetapi apakah ia mampu mengubah cara industri film global beroperasi. Jika Levi berhasil, ia tidak hanya membangun soundstage, melainkan juga preseden bahwa para kreator bisa memiliki kendali atas ruang kerja dan hidup mereka.



