Prabowo Canangkan Jakarta sebagai Garden City, Gerakan Indonesia Asri Menanti
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Jakarta menjadi kota hijau dengan taman vertikal pada gedung-gedung besar.
- Gerakan Indonesia Asri akan diluncurkan dalam satu-dua pekan melalui rapat gubernur, bupati, dan DPRD seluruh Indonesia.
- Kebijakan ini berpotensi mengubah tata ruang perkotaan dan mendorong investasi hijau di sektor properti serta infrastruktur.

Presiden Prabowo Subianto menetapkan Jakarta sebagai percontohan transformasi lingkungan nasional dengan menjadikannya kota hijau yang dipenuhi taman, disertai dorongan penerapan taman vertikal pada bangunan-bangunan besar. Instruksi itu disampaikan saat meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Rabu, menandai arah baru kebijakan tata kota yang menekankan ruang terbuka hijau.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari rencana peluncuran gerakan "Indonesia Asri" — akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah — yang akan diresmikan dalam waktu satu hingga dua pekan. Prabowo berencana mengumpulkan seluruh gubernur, bupati, dan DPRD dari berbagai daerah untuk memulai gerakan ini secara serentak. "Saya akan gelar rapat gubernur, bupati seluruh Indonesia dengan DPRD seluruh Indonesia untuk saya launching gerakan Indonesia Asri," ujarnya.
Menurut Prabowo, pembangunan lingkungan tidak boleh berhenti di ibu kota negara. Ia menargetkan seluruh ibu kota provinsi dan kabupaten mengikuti jejak Jakarta dalam menghadirkan ruang hijau, membersihkan sampah, serta menata sungai dan kali dengan teknologi. "Ibu kota DKI, tapi nanti semua ibu kota provinsi, semua ibu kota kabupaten harus kita ubah. Indonesia harus transformasi. Hilangkan sampah, bersihkan kali-kali dengan teknologi dan sebagainya," kata Presiden.
Prabowo juga menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbanyak ruang publik, termasuk taman dan jalur lari. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya melaporkan sejumlah kolam air di Jakarta telah dibersihkan dan menyampaikan rencana pembangunan jalur lari serta taman. Dukungan presiden ini memperkuat sinyal bahwa anggaran infrastruktur hijau akan menjadi prioritas dalam waktu dekat.
"Semua gedung-gedung besar kalau bisa vertical garden," kata Prabowo, seraya menambahkan bahwa pemerintah daerah dapat mengambil peran apabila pemilik gedung mengalami kesulitan dalam menerapkan penghijauan.
Bagi pelaku pasar properti dan konstruksi, kebijakan ini membuka peluang sekaligus tantangan. Regulasi yang mewajibkan taman vertikal pada gedung besar berpotensi meningkatkan biaya pembangunan, namun juga menciptakan ceruk pasar baru bagi penyedia jasa lansekap, teknologi irigasi, dan material ramah lingkungan. Investor yang jeli dapat mulai memetakan sektor-sektor yang akan terdampak, mulai dari pengembang kawasan hingga perusahaan pengelola sampah dan air.
Di sisi lain, efektivitas gerakan Indonesia Asri sangat bergantung pada kapasitas fiskal daerah dan komitmen eksekusi di lapangan. Selama ini, program penghijauan di banyak kota sering terhambat oleh keterbatasan anggaran, koordinasi antarlembaga, dan lemahnya penegakan aturan tata ruang. Tanpa insentif yang jelas dan sanksi yang tegas, imbauan taman vertikal bisa berhenti sebagai seruan moral belaka.
Pertanyaan kunci ke depan: apakah gerakan ini akan disertai kerangka regulasi dan insentif fiskal yang konkret, atau hanya menjadi kampanye simbolis? Publik dan dunia usaha menanti detail teknis dalam rapat besar yang dijanjikan dalam dua pekan mendatang. Jika berhasil, Jakarta bisa menjadi model kota hijau tropis yang layak direplikasi; jika tidak, momentum transformasi ini berisiko menguap bersama hiruk-pikuk politik harian.



