Oasis Kembali ke Panggung 2027, Noel Gallagher Pilih Kurangi Alkohol demi Stamina Tur
Baca dalam 60 detik
- Noel Gallagher berencana mengurangi konsumsi alkohol selama tur Oasis 2027, mengikuti jejak Liam yang sudah lebih dulu berhenti minum pada tur reuni 2025.
- Keputusan ini muncul karena keduanya menyadari tidak bisa lagi tampil dengan gaya hidup rock'n'roll ekstrem seperti era 1990-an dan 2000-an.
- Tur 38 hari yang mencakup Eropa, Amerika Utara, dan Inggris itu dipastikan tanpa materi baru, tetapi tetap menjadi magnet ekonomi bagi kota-kota tuan rumah.

Noel Gallagher mengisyaratkan akan meninggalkan kebiasaan minum alkohol selama tur Oasis 2027 yang baru saja diumumkan. Gitaris dan penulis lagu berusia 59 tahun itu mengaku perlu menyesuaikan gaya hidup karena tidak lagi bisa menjalani ritme tur seintens dekade 1990-an dan 2000-an. Pernyataan ini disampaikannya kepada talkSPORT, beberapa waktu setelah Oasis mengumumkan 38 jadwal konser bertajuk Oasis Live '27.
Dalam wawancara tersebut, Noel menyebut sang adik, Liam Gallagher, sudah lebih dulu menghentikan konsumsi alkohol pada tur reuni 2025. "Liam akan berhenti minum dan saya tidak melakukannya di tur lalu, tapi mungkin saya akan melakukannya kali ini," ujarnya. Ia menambahkan bahwa tidur lebih awal menjadi konsekuensi yang harus diterima. "Kita tidak bisa melakukannya seperti tahun 90-an; bahkan seperti tahun 2000-an pun tidak. Kita harus memilih medan pertempuran," kata Noel, menggarisbawahi perubahan prioritas di usia yang tidak lagi muda.
Keputusan ini bukan sekadar soal kesehatan pribadi. Bagi industri pertunjukan musik global, stamina personel menjadi faktor krusial dalam tur berskala besar. Oasis Live '27 mencakup 38 tanggal, dimulai dengan lima malam di Celtic Park, Glasgow, pada 21โ29 Mei 2027. Setelah itu, band asal Manchester ini akan menggelar 11 pertunjukan di Etihad Stadium, kandang mereka, sebelum menyambangi Munich, Barcelona, Amsterdam, Paris, dan Roma masing-masing dua malam pada Juli. Agustus dijadwalkan untuk tiga konser di Gillette Stadium, Boston, dan tiga di Allegiant Stadium, Las Vegas. September ditutup dengan dua malam di Slane Castle, Irlandia, serta empat malam di Knebworthโlokasi konser legendaris mereka pada 1996.
Meski antusiasme tinggi, Noel menegaskan tidak akan ada materi baru dalam tur ini. "Tidak akan ada musik baru," tegasnya. Pernyataan itu sekaligus meredam spekulasi soal album reuni yang sempat mencuat setelah mereka kembali tampil bersama pada 2025. Tur reuni 2025 sendiri dimulai pada 4 Juli di Cardiff, dan keputusan untuk melanjutkan ke tur 2027 diambil hanya 22 hari kemudian, tepat setelah konser kedua di Wembley Stadium, London, pada 26 Juli. "Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi, bagaimana jalannya. Kami main di Cardiff dan Manchester, dan saat sampai di Wembley, sudah diputuskan kami akan melakukannya lagi," kenang Noel.
"Kami tidak bisa tidak menggelar konser di Eropa karena penggemar kami di Italia, Prancis, Jerman, dan Spanyol luar biasa. Itu sudah menjadi rencana sejak awal," ujar Noel Gallagher.
Dari kacamata industri, tur ini diprediksi menggerakkan roda ekonomi di kota-kota tuan rumah. Konser berskala stadion biasanya mendatangkan lonjakan belanja akomodasi, transportasi, dan kuliner. Pemerintah kota sering kali menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengamanan ekstra. Namun, tidak semua pihak diuntungkan secara merata. Kenaikan harga tiket dan paket perjalanan bisa menjadi hambatan bagi penggemar berpenghasilan menengah, terutama di tengah tekanan inflasi global. Di sisi lain, promotor dan platform penjualan tiket akan bersaing ketat menyediakan akses yang adil, mengingat tingginya permintaan.
Bagi penggemar di Indonesia, peluang menyaksikan Oasis secara langsung masih belum masuk dalam daftar tur ini. Meski demikian, dampak tidak langsung tetap terasa. Lonjakan minat terhadap musik Britpop dan merchandise Oasis kerap terjadi setiap kali band ini mengumumkan tur. Platform streaming dan toko musik digital di dalam negeri biasanya mencatat kenaikan pemutaran lagu-lagu lama. Selain itu, fenomena ini bisa menjadi cermin bagi penyelenggara konser domestik tentang pentingnya perencanaan logistik dan kesehatan artis dalam menggelar tur berskala besar. Jika Oasis sukses menjalani 38 pertunjukan tanpa kendala berarti, standar baru soal manajemen tur profesional akan semakin mengemuka.
Ke depan, publik menanti apakah Noel benar-benar menepati janji mengurangi alkohol, dan apakah keputusan itu akan memengaruhi kualitas pertunjukan. Yang lebih penting, akankah Oasis mempertahankan formasi tanpa materi baru, atau justru membuka pintu rekaman di tengah jalan? Jawabannya baru akan terlihat saat tur bergulir, tetapi satu hal yang pasti: Oasis masih menjadi magnet yang sulit diabaikan di peta musik dunia.



