Emma Willis Ungkap Reaksi Tak Terduga Anak Bungsu soal Pekerjaan Baru di Strictly Come Dancing
Baca dalam 60 detik
- Emma Willis resmi didapuk sebagai host Strictly Come Dancing menggantikan Tess Daly dan Claudia Winkleman yang mundur akhir tahun lalu.
- Anak bungsunya, Trixie, mengira pengumuman ibunya adalah kehamilan, bukan pekerjaan sebagai pembawa acara.
- Willis siap menghadapi perbandingan dan opini negatif, fokus membawa kegembiraan di musim baru yang tayang perdana 19 September.

Presenter asal Inggris Emma Willis mengungkapkan bahwa anak bungsunya, Trixie (10), sempat kecewa ketika mengetahui ibunya akan menjadi host Strictly Come Dancing. Pasalnya, sang anak mengira pengumuman tersebut adalah kabar kehamilan. Reaksi itu disampaikan Willis dalam wawancara dengan majalah Heat, seperti dikutip dari berbagai sumber.
Pada Mei lalu, BBC mengonfirmasi bahwa Willis, 50 tahun, akan memandu acara dansa Latin dan Ballroom tersebut bersama Josh Widdicombe (43) dan Johannes Radebe (39). Mereka menggantikan Tess Daly (57) dan Claudia Winkleman (54) yang memutuskan mundur pada Desember tahun lalu. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam jajaran pembawa acara setelah bertahun-tahun.
Willis mengaku sangat antusias membagikan berita itu kepada suaminya, Matt Willis (43), personel band Busted, dan ketiga anak mereka: Ace (14), Isabelle (17), serta Trixie. Namun, reaksi dua anaknya di luar dugaan. "Salah satu anak saya menangis, yang lain mengatakan betapa bangganya mereka kepada saya, dan yang termuda sedikit kecewa," ujar Willis. "Dia pikir berita saya adalah kehamilan, jadi saya harus mengecewakannya dengan fakta bahwa saya tidak hamil."
Meski demikian, Willis menyadari bahwa ia, Josh, dan Johannes tidak bisa menggantikan posisi Tess dan Claudia. Ia menegaskan fokusnya adalah membuat peran itu menjadi milik mereka sendiri. "Anda tidak bisa masuk ke sepatu orang lain. Tess dan Claudia melakukan pekerjaan mereka dengan sempurna selama bertahun-tahun dan menjalankan kapal itu dengan indah. Kami tidak di sini untuk menggantikan mereka. Kami hanya di sini untuk menjaga kapal tetap stabil dan bersenang-senang," tuturnya kepada majalah Bella.
Willis juga mengakui adanya rasa gugup dan siap menghadapi pengawasan publik. "Saya siap dengan perbandingan. Saya siap dengan opini negatif yang mungkin muncul. Ada semacam ketakutan karena besarnya acara ini, dan Anda merasa gugup apakah cukup baik untuk mengambil peran itu. Tapi saya rasa ini sederhana. Kami tidak menemukan roda baru. Kami mengerjakan acara hiburan tentang dansa yang bertujuan membawa kegembiraan bagi semua penonton. Jadi semoga kami bisa menjadi bagian kecil dari kegembiraan itu," kata Willis kepada The Sun.
Strictly Come Dancing merupakan salah satu acara televisi paling populer di Inggris dengan rating tinggi dan basis penggemar setia. Pergantian host sering menjadi sorotan media karena menyangkut ekspektasi penonton terhadap gaya dan chemistry para pembawa acara. Willis dikenal sebagai presenter berpengalaman, pernah membawakan Big Brother dan The Voice.
Bagi industri hiburan Indonesia, pergantian host di acara sekelas Strictly bisa menjadi pelajaran tentang bagaimana program televisi besar mengelola transisi generasi. Di tanah air, acara seperti Indonesian Idol atau The Voice juga kerap mengalami rotasi pembawa acara, yang tidak jarang memicu reaksi beragam dari pemirsa. Kunci suksesnya adalah kemampuan host baru membangun identitas sendiri tanpa melupakan warisan pendahulu.
Dengan jadwal tayang yang sudah pasti, publik menantikan apakah trio baru ini mampu mempertahankan momentum acara. Mampukah mereka mencuri hati penonton setia yang telah terbiasa dengan gaya Tess dan Claudia? Waktu yang akan membuktikan, tetapi persiapan matang dan sikap rendah hati seperti yang ditunjukkan Willis bisa menjadi modal berharga.



