Stephen Colbert Pamer Jenggot AI di Emmy, Isyarat Pensiun dari TV Late Night
Baca dalam 60 detik
- Stephen Colbert tampil dengan jenggot abu-abu penuh di Emmy Awards dan menyebutnya 'beard-bot' hasil AI.
- Mantan host The Late Show itu menegaskan tidak berencana kembali ke televisi larut malam, memberi ruang bagi Jimmy Fallon dan Jimmy Kimmel.
- Kemenangan Outstanding Variety Series menjadi penutup manis setelah 33 tahun The Late Show mengudara, sementara Colbert sibuk menulis film Lord of the Rings.

Stephen Colbert mencuri perhatian di ajang Emmy Awards pekan ini bukan karena pidato kemenangannya, melainkan karena penampilan barunya: jenggot abu-abu penuh yang ia sebut sebagai 'beard-bot' buatan AI. Pria 62 tahun itu hadir di atas panggung setelah The Late Show berakhir di CBS pada Mei 2026, dan alih-alih mengumumkan comeback, ia justru memberi sinyal bahwa era late night-nya telah usai.
Kepada E! News, Colbert bercanda bahwa jenggotnya adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan. "Ini semua AI. Ini tidak benar-benar ada di wajah saya. Bisa berubah menjadi robot kapan saja," ujarnya. Ia menambahkan bahwa ia harus berurusan dengan Michael Bay dan Gilletteโlelucon yang menyindir industri efek visual dan produk cukur. Penampilan tersebut menandai perubahan citra yang drastis bagi Colbert yang selama 11 tahun terakhir identik dengan wajah bersih di layar kaca.
Kemenangan Outstanding Variety Series menjadi penutup manis bagi The Late Show yang telah mengudara selama 33 tahun. Dalam pidato penerimaannya, Colbert menyampaikan terima kasih kepada lebih dari 200 kru yang telah bekerja keras selama 11 tahun terakhir. Ia menyoroti peran acara late night sebagai inkubator bagi talenta muda untuk bekerja secara profesional di bawah tekanan tenggat waktu. "Mereka semua tech avail. Rekrut mereka; mereka akan membuat acara Anda lebih baik," pesannya, merujuk pada status kru yang siap dipekerjakan kembali.
Meski menang, Colbert menepis kemungkinan kembali ke televisi larut malam. Ia menyebut Jimmy Fallon dan Jimmy Kimmel sudah menguasai slot tersebut. "Saya kira para Jimmy sudah mengunci posisi itu untuk saat ini. Tapi terima kasih atas tawarannya," katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa Colbert memilih jalur berbeda pasca-Late Show, meski ia mengaku sangat sibuk. "Untuk seorang pengangguran, saya sangat sibuk," candanya, seraya menyebut sedang menulis film Lord of the Rings dan bercanda bahwa "tidak ada internet di Middle-earth".
Dalam pidato yang lebih serius, Colbert memberikan penghormatan kepada para tamu dan penonton setianya. Ia secara khusus menyebut istrinya, Evelyn McGee, sebagai tamu favoritnya. "Dari 21 tahun terakhir, saya telah mewawancarai setidaknya seribu dari Anda. Terima kasih telah datang berbicara dengan orang bodoh ini," ujarnya. Ia juga meminta maaf karena sering lupa memutar klip tamu, sentuhan humanis yang jarang terlihat di balik persona satirnya.
Bagi industri televisi Amerika, pensiunnya Colbert dari late night menandai pergeseran besar. Format talk show larut malam yang dulu menjadi primadona kini menghadapi tekanan dari platform streaming dan konten digital. Colbert, dengan bercandaan AI-nya, seolah mengisyaratkan bahwa batas antara realitas dan rekayasa teknologi semakin kaburโsebuah tema yang relevan dengan masa depan hiburan. Di Indonesia, fenomena ini juga terasa: program talk show malam mulai tergeser oleh podcast dan konten YouTube, sementara stasiun TV nasional berjuang mempertahankan audiens muda. Kemenangan Colbert bisa jadi alarm bahwa model bisnis late night tradisional perlu reinventasi.
Ke depan, publik menanti apakah Colbert akan benar-benar meninggalkan dunia hiburan atau justru muncul dengan proyek baru di balik layar. Sementara itu, para penggemar late night di Indonesia mungkin bertanya: akankah kita melihat format serupa berevolusi di platform digital lokal, atau justru mati perlahan? Yang jelas, Colbert telah menunjukkan bahwa bahkan di usia 62 tahun, seseorang bisa tampil dengan jenggot 'AI' dan tetap relevan.



