Ross Valory Tegaskan Tak Akan Kembali ke Journey: Fokus pada Lagu, Bukan Formasi
Baca dalam 60 detik
- Ross Valory menegaskan tidak akan bergabung kembali dengan Journey setelah pemecatannya pada 2020.
- Ia menilai perselisihan hukum dengan band telah selesai dan memilih fokus pada karier solonya.
- Valory berpesan agar penggemar lebih mementingkan lagu daripada komposisi personel.

Ross Valory, bassis asli Journey, secara tegas menutup pintu untuk kembali ke band yang membesarkan namanya. Dalam wawancara terbaru, ia menyatakan telah move on dari segala dinamika internal dan tidak berniat mengulang masa lalu. Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi yang beredar di kalangan penggemar bahwa mantan personel akan tampil dalam tur Final Frontier yang sedang berlangsung.
Valory, yang dipecat bersama drummer Steve Smith pada 2020, mengungkapkan bahwa konflik hukum dengan manajemen band telah diselesaikan secara damai. "Kami mencapai kesepakatan yang menurut saya sangat wajar, dan semua orang melanjutkan hidup. Saya sudah tidak menjadi bagian dari organisasi atau merek tersebut, jadi posisi saya sekarang paling banter adalah pengamat biasa," ujarnya kepada Eddie Trunk di SiriusXM, seperti dikutip dari bangpremier.com.
Ketika ditanya apakah ada pendekatan untuk kembali, Valory menegaskan tidak ada. Ia bahkan membandingkan spekulasi tersebut dengan harapan lama penggemar akan kembalinya Steve Perry. "Tidak ada yang saya ketahui. Sudah bertahun-tahun rumor tentang Steve Perry kembali, dan dia harus terus mengatakan tidak. Saya paham dari sudut pandang penggemar, mereka ingin melihat semua orang bersama. Tapi saya tidak melihat itu akan terjadi," tambahnya.
Valory menekankan bahwa warisan Journey terletak pada lagu-lagu mereka, bukan pada siapa yang tampil di panggung. "Ini tentang lagu-lagu. Tidak peduli berapa banyak personel asli yang tersisa, yang penting adalah bisa tampil dan memberikan apa yang diinginkan pembeli tiket biasa: mendengar lagu seperti di rekaman. Selama band bisa melakukan itu, tidak perlu mempertimbangkan siapa yang ada di dalamnya," jelasnya.
Pernyataan Valory ini mempertegas bahwa era reuni penuh dari formasi klasik Journey kemungkinan besar tidak akan terwujud. Sejarah band memang diwarnai perselisihan finansial, perebutan merek dagang, dan gugatan hukum antaranggota. Meski demikian, Journey tetap menjadi salah satu band rock paling sukses secara komersial, dengan basis penggemar loyal di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini bisa menjadi pukulan tersendiri. Journey memiliki tempat istimewa di hati penikmat musik rock tanah air, terutama lewat lagu-lagu seperti "Don't Stop Believin'" dan "Open Arms" yang sering menjadi soundtrack berbagai momen. Harapan akan melihat formasi lengkap di panggung Indonesia mungkin pupus, namun konser dengan formasi saat ini tetap menjadi magnet tersendiri. Promotor musik dalam negeri pun patut mencermati dinamika ini, karena potensi mendatangkan Journey masih terbuka lebar, asalkan tidak mengharapkan kehadiran personel lama.
Ke depan, Journey tampaknya akan terus melaju dengan formasi yang ada. Neal Schon, gitaris dan pendiri, sebelumnya mengisyaratkan bahwa band akan tetap berjalan bahkan tanpa Jonathan Cain setelah tur Final Frontier berakhir. Ini menandakan bahwa Journey adalah entitas yang dinamis, siap berevolusi. Pertanyaannya, akankah penggemar menerima perubahan ini dengan lapang dada, atau justru semakin mendambakan masa kejayaan dahulu? Yang jelas, bagi Valory, halaman itu sudah tertutup rapat.



