Anthony Gordon Samai Rekor Cesc Fabregas dan Luis Suarez di Barcelona: Empat Assist dalam Empat Laga Perdana LaLiga
Baca dalam 60 detik
- Winger asal Inggris, Anthony Gordon, langsung moncer di Barcelona dengan torehan empat assist dalam empat laga perdana LaLiga, menyamai catatan Cesc Fabregas dan Luis Suarez.
- Rekor tersebut menempatkan Gordon sebagai pemain ketiga di abad ini yang mampu mencapai jumlah assist tersebut di awal karier berseragam Blaugrana.
- Adaptasi cepat Gordon di bawah asuhan Hansi Flick menjadi sinyal positif bagi lini serang Barcelona dan nilai investasi 70 juta euro yang mereka keluarkan.

Anthony Gordon membuktikan nilai transfernya di Barcelona dengan langsung menjadi kreator serangan utama. Dalam empat penampilan perdananya di LaLiga, pemain sayap asal Inggris itu telah mengoleksi empat assist, menyamai catatan impresif yang pernah ditorehkan Cesc Fabregas dan Luis Suarez pada era modern klub.
Statistik dari Opta menegaskan bahwa Gordon adalah pemain ketiga di abad ke-21 yang mampu membukukan empat assist dalam empat laga awal bersama Barcelona. Dua nama legendaris sebelumnya, Fabregas dan Suarez, juga mencatatkan prestasi serupa saat berseragam Blaugrana. Satu-satunya yang masih di atasnya adalah Lionel Messi dengan lima assist pada lima pertandingan pertama musim 2011/2012.
Kontribusi terbaru Gordon terjadi saat Barcelona melumat Valencia 5-0 di Stadion Mestalla, Minggu (6/9). Sebelumnya, ia juga memberikan assist dalam duel melawan Elche dan Rayo Vallecano. Performa ini menjadi pembeda besar dibandingkan musim lalu ketika ia hanya mencatatkan dua assist dari 26 pertandingan Premier League bersama Newcastle United.
Perubahan drastis dalam produktivitas ini tidak lepas dari peran Hansi Flick yang langsung memberikan kepercayaan penuh kepada Gordon. Pelatih asal Jerman itu tampaknya berhasil memaksimalkan potensi winger berusia 25 tahun tersebut dalam skema permainan Barcelona yang mengandalkan penguasaan bola dan pergerakan cepat di sayap. Gordon pun dinilai sebagai 'pelayan' baru bagi para penyerang Blaugrana, menyuplai bola-bola matang yang berujung gol.
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, performa Gordon menjadi pengingat bahwa adaptasi pemain asing di liga top Eropa tidak selalu membutuhkan waktu lama. Keberhasilan Gordon beradaptasi cepat dengan filosofi Barcelona juga bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap mendatangkan pemain asing dengan biaya besar. Kunci utamanya adalah kesesuaian gaya bermain pelatih dengan karakter pemain, serta dukungan lingkungan tim yang stabil.
Dengan catatan awal yang menjanjikan ini, pertanyaan besarnya adalah apakah Gordon mampu mempertahankan konsistensinya sepanjang musim. Tekanan untuk tampil di klub sebesar Barcelona tentu jauh berbeda dengan Newcastle. Namun, jika ia terus menunjukkan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu kandidat pemain terbaik LaLiga musim ini dan membawa Barcelona bersaing memperebutkan gelar juara.



