Gattuso Siap 'Balas Dendam' ke Milan: Lazio Incar Poin Penuh di San Siro
Baca dalam 60 detik
- Lazio membalikkan keadaan menjadi 2-1 atas Udinese, menunjukkan mentalitas baru di bawah arahan Gennaro Gattuso.
- Gattuso mengakui transformasi taktik besar-besaran dari era Sarri, dengan pujian khusus untuk manajemen transfer klub.
- Pertandingan emosional melawan AC Milan, klub masa kecilnya, menjadi ujian sejauh mana revolusi Gattuso berhasil.

Gennaro Gattuso menegaskan ambisi Lazio untuk meraih poin penuh saat bertandang ke San Siro, markas AC Milan, klub yang pernah membesarkan namanya. Pernyataan ini muncul setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Udinese, di mana timnya menunjukkan kebangkitan yang ia nilai sebagai bukti adaptasi terhadap filosofi barunya.
Lazio sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Jesper Karlstrom di babak kedua. Namun, respons cepat tim asuhan Gattuso langsung membuahkan hasil lewat gol Davide Frattesi dan Albert Gudmundsson. Kemenangan ini menjadi penebusan atas kegagalan di Coppa Italia melawan Mantova pada Agustus lalu, sekaligus sinyal bahwa perubahan yang diusung pelatih asal Italia itu mulai menuai hasil.
Gattuso, yang dikenal dengan pendekatan emosional dan intensitas tinggi, mengakui bahwa transformasi yang ia lakukan tidaklah mudah. Ia membongkar total struktur permainan yang dibangun Maurizio Sarri, yang terkenal dengan skema 4-3-3-nya. "Kami membongkar segalanya dibandingkan tahun lalu, ketika ada master 4-3-3, dan kami mencoba melakukan sesuatu yang berbeda," ujarnya kepada Sky Sport, seperti dikutip TuttoMercatoWeb. "Anak-anak melakukan hal dengan baik. Apa yang kami coba terapkan tidak mudah, tetapi tim ini hidup."
Di balik layar, Gattuso juga melontarkan apresiasi kepada Presiden Claudio Lotito dan direktur olahraga Angelo Fabiani. Ia menyebut keberhasilan Lazio mendatangkan pemain-pemain baru di bursa transfer musim panas adalah kerja keras yang awalnya di luar perkiraan. "Dengan susah payah, kami melakukan bursa transfer yang kami pikir tidak akan bisa kami lakukan. Saya harus berterima kasih kepada dia dan Fabiani; mereka pantas mendapat pujian besar atas pemain yang datang," tambahnya.
- Lazio menang 2-1 atas Udinese setelah tertinggal lebih dulu di babak kedua.
- Gattuso membongkar total taktik 4-3-3 warisan Sarri dan menerapkan pendekatan baru.
- Presiden Lotito dan direktur Fabiani dipuji atas keberhasilan bursa transfer yang tak terduga.
- Lazio akan menghadapi AC Milan, klub tempat Gattuso menghabiskan 12 tahun sebagai pemain.
Kini perhatian publik tertuju pada laga melawan AC Milan, yang akan menjadi momen emosional bagi Gattuso. Ia menghabiskan 12 tahun sebagai pemain di klub tersebut, meraih berbagai gelar, dan memiliki ikatan batin yang kuat. "Sebagai anak-anak, saya ingat parade setelah pertandingan melawan Steaua bersama ayah saya. Bagi saya, itu selalu menjadi kehormatan dan mimpi yang berlangsung 12 tahun," kenangnya. "Semua kasih sayang dan kegembiraan tidak bisa dilupakan, tetapi hari ini saya punya pekerjaan lain dan pada hari Minggu saya berharap bisa mengambil poin dari tim yang saya cintai."
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Bagi Gattuso, ini adalah ujian sejati atas kemampuannya membangun tim baru di tengah tekanan. Ia ingin membuktikan bahwa Lazio di bawah arahannya bukanlah sekadar tim yang mengandalkan semangat, tetapi juga memiliki fondasi taktik yang solid. Kemenangan atas Milan akan menjadi pernyataan kuat bahwa revolusi Gattuso berjalan di jalur yang benar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini juga menarik untuk disimak. Banyak pemain dan pelatih Italia yang menjadi idola di Tanah Air, dan gaya kepelatihan Gattuso yang penuh gairah sering kali menjadi bahan perbandingan dengan pelatih-pelatih lokal yang mengedepankan disiplin dan kerja keras. Selain itu, performa Lazio di Serie A selalu menjadi perhatian bagi para penggemar liga top Eropa di Indonesia, yang kerap menjadikan laga-laga seperti ini sebagai tontonan wajib.
Apakah Gattuso mampu menaklukkan klub yang pernah menjadi rumahnya? Atau justru nostalgia akan menghambat fokus timnya? Satu hal yang pasti, laga ini akan menjadi salah satu sorotan utama pekan ini di Serie A, dan jawabannya akan menentukan arah perjalanan Lazio musim ini.



