Dokumenter Solo Pertama Lisa BLACKPINK Tayang di Bioskop Singapura, Penggemar Indonesia Bisa Menonton?
Baca dalam 60 detik
- Dokumenter solo perdana Lisa BLACKPINK, 'Always Lalisa', akan tayang di bioskop Singapura pada 12, 14, dan 17 Oktober 2024.
- Film ini mengikuti perjalanan karier solo Lisa, termasuk album debut 'Alter Ego' dan debut aktingnya di serial HBO 'The White Lotus'.
- Ketersediaan penayangan di Indonesia belum diumumkan, tetapi antusiasme penggemar diprediksi tinggi mengingat basis penggemar Lisa yang besar di Tanah Air.

Penggemar BLACKPINK di Singapura akan mendapat kesempatan menyaksikan dokumenter solo perdana Lisa, Always Lalisa, di layar lebar mulai 12 Oktober mendatang. Film yang mengikuti perjalanan karier solois asal Thailand ini menjadi sorotan setelah sukses tayang perdana di Toronto International Film Festival pekan ini.
Dokumenter ini menggambarkan fase penting dalam hidup Lalisa Manobal, nama asli Lisa, ketika ia memutuskan untuk melebarkan sayap di luar grup yang membesarkan namanya. Penonton akan diajak menyelami proses kreatif di balik album solo perdananya, Alter Ego, serta debut aktingnya di musim ketiga serial populer HBO, The White Lotus. Ini adalah kali pertama seorang member BLACKPINK memiliki dokumenter khusus yang diputar secara komersial di bioskop, menandai tren baru dalam industri hiburan K-pop.
Di Singapura, film ini akan diputar di sejumlah bioskop pilihan, termasuk Golden Village di Cineleisure dan Century Square, serta di delapan cabang Shaw Theatres. Menariknya, beberapa sesi juga akan tersedia dalam format IMAX, memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif bagi penggemar. Harga tiket dibanderol mulai dari S$22 (sekitar Rp260 ribu), dan hingga saat ini belum ada kepastian apakah akan ada penambahan jadwal pemutaran.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu memicu pertanyaan: kapan dokumenter serupa akan hadir di bioskop tanah air? Meski belum ada pengumuman resmi, antusiasme publik Indonesia terhadap Lisa sangat tinggi. Sebagai salah satu member BLACKPINK dengan basis penggemar terbesar di Asia Tenggara, kehadiran Lisa di layar lebar berpotensi menjadi fenomena serupa dengan konser atau fan meeting yang selalu ludes dalam hitungan menit. Industri bioskop Indonesia pun dinilai punya peluang besar untuk menarik penonton muda yang selama ini mengikuti perjalanan karier Lisa melalui platform digital.
Oktober menjadi bulan sibuk bagi Lisa. Selain dokumenter, ia dijadwalkan merilis extended play (EP) terbaru berjudul Press Play pada 23 Oktober. EP ini akan memuat enam lagu, termasuk single Sawadika yang baru dirilis pekan lalu dan langsung mencuri perhatian. Video musiknya saja telah ditonton lebih dari 134 juta kali dalam waktu singkat, menunjukkan daya tarik global Lisa yang tak terbantahkan. Langkah ini memperkuat posisinya sebagai solois yang tidak hanya populer di Asia, tetapi juga di pasar musik global.
Fenomena dokumenter artis K-pop seperti Always Lalisa mencerminkan perubahan strategi industri hiburan. Alih-alih hanya mengandalkan album atau konser, para agensi kini memanfaatkan platform dokumenter untuk membangun koneksi emosional yang lebih dalam dengan penggemar. Bagi Lisa, dokumenter ini bukan sekadar sarana promosi, melainkan juga cara untuk menunjukkan sisi manusiawi di balik persona panggung yang glamor. Ini sejalan dengan tren global di mana penggemar semakin ingin mengenal artis favoritnya secara lebih personal.
Kehadiran dokumenter ini juga menjadi sinyal bagi pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bahwa konten eksklusif semacam ini bisa menjadi ladang bisnis baru. Jika penayangan di Singapura sukses, bukan tidak mungkin distributor di Indonesia akan segera mengambil peluang serupa. Pertanyaannya, apakah penggemar di Jakarta, Surabaya, atau Bandung akan segera bisa menyaksikan perjalanan karier Lisa di layar bioskop? Mengingat besarnya basis penggemar K-pop di Indonesia, peluang tersebut tampaknya hanya menunggu waktu.



