Emas Batangan Bisa Dipotek-Potek: Inovasi KitKat Gold Ramaikan Lampung Financial Festival
Baca dalam 60 detik
- Raja Emas Indonesia memperkenalkan KitKat Gold, emas batangan 20 gram yang dapat dipecah menjadi 20 keping 1 gram, di Lampung Financial Festival 2026.
- Produk ini menawarkan fleksibilitas kepemilikan emas, memungkinkan pembagian sebagai hadiah atau investasi bertahap, dengan spread jual-beli tipis 4%.
- Langkah ini dinilai sebagai upaya edukasi investasi emas sejak dini, sejalan dengan tren literasi keuangan yang digencarkan OJK dan Kementerian Keuangan.

Lampung Financial Festival 2026 di Novotel Lampung menyuguhkan kejutan bagi para pengunjung: emas batangan yang bisa 'dipotek' atau dipecah menjadi kepingan-kepingan kecil hanya dengan tangan kosong. Produk inovatif tersebut, yang diberi nama KitKat Gold, menjadi perhatian utama di booth Raja Emas Indonesia, menawarkan cara baru dalam berinvestasi logam mulia yang lebih fleksibel dan terjangkau.
KitKat Gold hadir dalam ukuran 20 gram dengan desain garis pemisah yang memungkinkan pemiliknya memecah emas menjadi 20 keping masing-masing seberat 1 gram. Konsep ini, menurut Supervisor Product Marketing Raja Emas, Ajeng Nur Baetty, memberikan keleluasaan bagi pemilik untuk membagikan emas kepada orang terdekat, misalnya sebagai hadiah atau bentuk berbagi rezeki. "Kalau misalkan mau dibagiin ke orang terdekat atau mau buat gift gitu kan bisa," ujarnya saat ditemui di sela acara, Minggu (6/9/2026).
Harga satu batang KitKat Gold dibanderol sekitar Rp52,6 juta, atau setara Rp2,6 juta per gram. Ajeng menegaskan bahwa membeli dalam jumlah 20 gram sekaligus justru lebih ekonomis dibandingkan membeli pecahan 1 gram secara terpisah. "Kalau misalkan Kakaknya beli langsung 20 gram tuh lebih murah dibanding Kakak beli 1 graman aja," jelasnya. Strategi ini menyasar kalangan investor yang ingin memiliki emas dengan efisiensi biaya lebih tinggi, sekaligus memanfaatkan tren kenaikan harga emas global yang masih berlanjut.
Keunggulan lain yang ditonjolkan Raja Emas adalah spread harga jual kembali yang tipis, hanya 4%. Artinya, selisih antara harga beli dan harga jual kembali relatif kecil, sehingga potensi keuntungan dari apresiasi harga emas bisa lebih optimal. Semakin besar gramasi yang dibeli, semakin kecil persentase spread-nya. Fitur ini menjadi nilai strategis bagi investor yang mencari instrumen investasi dengan likuiditas tinggi dan biaya transaksi rendah.
Khusus dalam gelaran Lampung Financial Festival, KitKat Gold menjadi produk yang sengaja diperkenalkan pertama kali. Ajeng menyebut produk dengan konsep dapat dipecah ini merupakan satu-satunya di Indonesia. "Ini satu-satunya di Indonesia. Jadi cuma punya brand kita doang di Raja Emas," pungkasnya. Inovasi semacam ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda yang selama ini menganggap investasi emas membutuhkan modal besar dan kurang fleksibel.
Di luar inovasi produk, kehadiran Raja Emas di festival ini juga membawa misi edukasi. Ajeng menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menanamkan pemahaman investasi sejak dini kepada pelajar dan mahasiswa yang hadir. "Kalau untuk teman-teman pelajar atau mahasiswa, kita coba tanam edukasi investasi sedini mungkin. Jadi, saat mereka berpenghasilan, mereka udah tau pentingnya investasi, salah satunya emas," tuturnya. Emas dinilai sebagai instrumen dengan risiko relatif rendah, cocok sebagai langkah awal berinvestasi.
Lampung Financial Festival 2026 yang memasuki hari kedua ini tidak hanya menawarkan pameran produk keuangan, tetapi juga sesi diskusi dan hiburan. Rangkaian acara mencakup Investment Talk yang menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, serta Dirjen SPSK Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin. Kehadiran para pejabat ini menggarisbawahi pentingnya literasi keuangan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi alternatif.
Bagi masyarakat Indonesia, inovasi seperti KitKat Gold membuka peluang baru dalam kepemilikan emas. Dengan kemampuan memecah emas menjadi pecahan kecil, investor bisa lebih leluasa mengatur portofolio atau bahkan menjadikan emas sebagai hadiah bermakna. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah tren emas 'pecahan' ini akan diadopsi oleh pemain lain dan bagaimana regulasi mengawasi produk sejenis? Jawabannya akan menentukan arah inovasi investasi emas di tanah air ke depan.



