All Blacks Rombak Formasi di Laga Ketiga: Codie Taylor Dicadangkan, Darry dan Lakai Masuk
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Scott Robertson melakukan tiga perubahan di tim inti untuk uji coba ketiga melawan Afrika Selatan, dengan mencoret hooker berpengalaman Codie Taylor.
- Sam Darry dan Peter Lakai mendapat kepercayaan tampil sejak menit awal, sementara Wallace Sititi masuk daftar pengganti untuk pertama kalinya di seri ini.
- Lini belakang tetap utuh setelah kekalahan 26-33 di Cape Town, mengindikasikan fokus pada perbaikan sektor depan dan formasi maul.

Johannesburg, 3 September โ Selandia Baru mengambil langkah berani dengan merombak lini depan mereka menjelang laga ketiga melawan Afrika Selatan di Soccer City, Sabtu (7/9). Pelatih Scott Robertson mencoret hooker senior Codie Taylor yang telah mengoleksi 111 caps, sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pengamat karena pengalaman Taylor dianggap vital dalam duel sengit melawan Springboks.
Taylor, yang menjadi pilihan utama sejak beberapa tahun terakhir, harus mengalah kepada Asafo Aumua yang akan mengisi posisi hooker sejak menit awal. Samisoni Taukei'aho, yang sebelumnya menjadi pelapis, kini duduk di bangku cadangan. Perombakan ini menandakan bahwa manajemen tim tidak lagi bergantung pada nama besar, melainkan pada performa terkini dan kebutuhan taktis di lapangan.
Perubahan lain terjadi di barisan kedua, di mana Sam Darry akan menjalani penampilan pertamanya di seri ini menggantikan Fabian Holland. Holland sendiri harus puas menjadi pemain pengganti, sementara Patrick Tuipulotu sama sekali tidak masuk dalam skuad. Di lini belakang, Peter Lakai dipercaya mengisi posisi flanker menggantikan Simon Parker, dengan Wallace Sititi yang baru pertama kali masuk daftar cadangan sepanjang seri.
Keputusan untuk mempertahankan lini belakang yang sama seperti saat kalah 26-33 di Cape Town pekan lalu menunjukkan bahwa staf pelatih menilai masalah utama tim bukan di sektor belakang, melainkan pada kegagalan mengamankan bola-bola mati dan set piece. Ardie Savea tetap memegang ban kapten, dengan komposisi bangku cadangan 5-3 untuk pemain depan dan belakang.
Keputusan ini tentu menjadi sorotan, terutama karena Taylor adalah salah satu pemain paling berpengalaman di skuad. Namun, Robertson tampaknya ingin memberikan energi baru dan mencoba kombinasi yang lebih agresif di lini depan. Aumua dikenal memiliki kemampuan membawa bola yang baik dan mobilitas tinggi, yang bisa menjadi senjata tambahan untuk membongkar pertahanan Afrika Selatan yang solid.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana tim-tim besar beradaptasi di tengah tekanan. Meski rugby belum sepopuler sepak bola di tanah air, perkembangan All Blacks selalu dinantikan, terutama dengan semakin banyaknya pemain Indonesia yang mencoba peruntungan di kompetisi internasional. Keputusan berani seperti ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya evaluasi dan keberanian mengambil risiko dalam olahraga.
Pertandingan ketiga ini diprediksi akan berjalan sengit. Afrika Selatan, yang kini unggul 1-1 dalam seri, akan mencoba memanfaatkan keuntungan bermain di kandang. Namun, dengan komposisi tim baru yang lebih segar, All Blacks berpeluang membalas kekalahan di Cape Town. Apakah langkah Robertson ini akan berbuah manis atau justru menjadi bumerang? Kita tunggu saja aksi mereka di Soccer City.



