Revolusi Sarri di Atalanta Butuh Waktu, Duel Kontra Roma Jadi Uji Nyali
Baca dalam 60 detik
- Direktur Olahraga Atalanta, Cristiano Giuntoli, mengakui adaptasi terhadap skema Maurizio Sarri tidak akan instan, terutama transisi dari marking ketat ke zonal.
- Rekrutan anyar Franck Kessié dan Jonathan Rowe berpotensi langsung diturunkan saat Atalanta bertandang ke markas Roma dalam lanjutan Serie A.
- Laga kontra Roma menjadi tolok ukur awal seberapa cepat skuad La Dea mampu menyerap filosofi baru Sarri setelah sembilan tahun di bawah arahan Gian Piero Gasperini.

Revolusi taktikal yang diusung Maurizio Sarri di Atalanta diprediksi tidak akan berjalan mulus dalam semalam. Direktur Olahraga La Dea, Cristiano Giuntoli, dengan gamblang menyatakan bahwa timnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan skema anyar tersebut. Pernyataan itu muncul menjelang laga berat melawan AS Roma di Stadio Olimpico, Jumat dini hari WIB, yang sekaligus menjadi ujian pertama bagi wajah baru Atalanta.
Pertandingan pekan ketiga Serie A ini mempertemukan dua tim dengan filosofi bertolak belakang. Roma di bawah asuhan Gian Piero Gasperini, mantan arsitek Atalanta selama sembilan tahun, masih setia dengan gaya pressing ketat khasnya. Sementara itu, Atalanta kini berada di bawah komando Sarri yang lebih mengedepankan penguasaan bola dan serangan dari lini belakang. Perbedaan fundamental ini, menurut Giuntoli, menjadi tantangan terbesar yang harus segera diatasi anak asuhnya.
“Kami menyadari bahwa perubahan dari sistem man-to-man ke zonal marking adalah lompatan besar. Ini cara pandang yang sama sekali berbeda terhadap sepak bola. Para pemain butuh waktu untuk menyesuaikan diri, dan kami yakin proses ini akan berjalan baik,” ujar Giuntoli kepada Sky Sport Italia, seperti dikutip Football Italia. Ia menambahkan bahwa kepercayaan terhadap materi pemain yang ada menjadi modal utama untuk melewati masa transisi ini.
Atalanta sendiri mengawali musim dengan hasil yang kurang meyakinkan. Dua kemenangan tipis atas Sassuolo dan Bologna diraih dengan susah payah, meski sukses memastikan tempat di fase grup Conference League setelah menyingkirkan Hapoel Tel-Aviv. Namun, di bursa transfer musim panas ini, manajemen klub tidak tinggal diam. Dua nama besar direkrut pada hari terakhir bursa: Jonathan Rowe dari Bologna dengan nilai transfer mencapai 40 juta euro plus bonus, serta Franck Kessié yang kembali ke Bergamo dengan status bebas transfer.
Kehadiran Kessié dan Rowe diharapkan mampu memberikan dimensi baru bagi lini serang Atalanta yang tengah mencari ketajaman. Giuntoli mengungkapkan bahwa keputusan Kessié untuk kembali merupakan pilihan hati, di mana hubungan baik dengan Luca Percassi menjadi faktor kunci. “Franck memilih dengan hatinya. Kami yakin Rowe bisa memberikan kualitas di sepertiga akhir lapangan yang selama ini kami cari,” jelasnya. Keduanya berpeluang besar langsung diturunkan saat melawan Roma, meski Kamaldeen Sulemana dan Isak Hien masih harus menepi karena cedera.
Bagi pengamat sepak bola Italia, laga ini bukan sekadar pertarungan tiga poin. Ini adalah pertemuan antara masa lalu dan masa depan Atalanta. Gasperini, yang kini menukangi Roma, tentu paham betul karakteristik pemain-pemain yang pernah ia latih. Sebaliknya, Sarri harus membuktikan bahwa revolusi taktikalnya mampu bersaing di level tertinggi. Pertanyaan besarnya, akankah para pemain Atalanta mampu tampil konsisten dengan skema baru yang masih dalam tahap penyesuaian?
Bagi publik Indonesia, laga ini juga menarik untuk diikuti, mengingat semakin banyaknya pemain Asia Tenggara yang merumput di Eropa. Meski belum ada wakil Indonesia di Serie A, gaya bermain Sarri yang atraktif kerap menjadi tontonan menarik. Selain itu, performa Atalanta musim ini akan memengaruhi persaingan di papan atas Italia, yang pada akhirnya berdampak pada jatah tiket kompetisi Eropa. Jika Sarri berhasil membawa Atalanta tampil konsisten, bukan tidak mungkin klub ini kembali menjadi kuda hitam seperti era Gasperini.
Giuntoli menutup pernyataannya dengan nada optimistis. “Kami percaya telah melakukan hal yang benar di bursa transfer, dan kini saatnya membuktikan di lapangan.” Namun, optimisme semata tidak cukup. Tekanan akan terus mengintai jika hasil positif tidak segera datang. Apakah Sarri mampu mempercepat proses adaptasi ini, atau justru menjadi awal dari kisah yang berbeda? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi laga kontra Roma akan memberikan gambaran awal yang jelas.



