Kemenangan Comeback Torino: Abate Puji Kualitas dan Kepemimpinan Mandragora
Baca dalam 60 detik
- Torino membalikkan keadaan menjadi 2-1 atas Fiorentina, dengan Mandragora mencetak gol melawan mantan klubnya hanya empat hari setelah bergabung.
- Pelatih Abate menekankan pentingnya semangat tim dan kualitas individu, yang menjadi kunci kebangkitan setelah dua kekalahan beruntun.
- Kemenangan ini membawa Torino ke posisi 13 klasemen, namun tantangan berat menanti saat menjamu Roma yang sedang dalam performa apik.

TORINO akhirnya memetik kemenangan perdana di Serie A musim ini setelah menaklukkan Fiorentina 2-1 di Artemio Franchi, Sabtu (14/9) sore WIB. Tertinggal lebih dulu lewat gol Mateo Pellegrino, tim tamu bangkit melalui aksi Rolando Mandragora yang baru berseragam Torino empat hari sebelumnya, sebelum Che Adams memastikan tiga poin. Hasil ini tak hanya mengakhiri rentetan negatif, tetapi juga menjadi sinyal kebangkitan bagi skuad asuhan Ignazio Abate yang sempat diragukan.
Abate tak menyembunyikan kepuasannya, terutama terhadap kontribusi Mandragora yang langsung tampil impresif melawan mantan klubnya. "Meningkatkan kualitas pemain berarti meningkatkan kualitas permainan kami. Kami sadar kehilangan beberapa elemen; di lini tengah kami butuh kualitas dan kepemimpinan, dan Mandragora adalah pembelian yang hebat," ujarnya seperti dikutip TuttoMercatoWeb. Pernyataan ini menegaskan strategi Torino di bursa transfer yang berani mendatangkan pemain berpengalaman untuk memperkuat skuad muda.
Lebih dari sekadar taktik, Abate menyoroti mentalitas timnya. Ia mengisahkan momen ketika beknya melakukan kesalahan, rekan-rekannya justru merangkul dan memberi dukungan. "Itulah esensi sepak bola dan yang saya inginkan. Setiap pelatih punya gaya taktis, tetapi semangatlah yang membuat perbedaan. Kemenangan ini memberi sedikit kelegaan, sesuatu yang selalu dibutuhkan dalam sepak bola," tegasnya. Sikap ini menjadi fondasi penting bagi Torino yang tengah membangun identitas baru.
Keputusan Abate tidak menurunkan Giovanni Simeone sejak awal juga menjadi sorotan. Pelatih asal Italia itu beralasan, "Ini keputusan taktis. Dia sudah bermain tiga pertandingan beruntun, dan Adams tampak tajam di latihan. Saya ingin menambah satu gelandang dan mendorong Vlašić lebih ke depan." Penjelasan ini menunjukkan pendekatan analitis Abate dalam membaca kondisi pemain dan kebutuhan tim.
Di babak kedua, Abate melakukan perubahan formasi menjadi berlian di lini tengah untuk mengantisipasi tekanan Fiorentina yang meninggi. "Kami menguasai bola dengan baik selama 35-40 menit pertama, tapi kemudian Fiorentina mendorong garis pertahanan mereka lebih tinggi. Cömert bermain bagus di lini belakang empat, saya senang dengan dampak Bragança dari bangku cadangan, dan Fitz menunjukkan etos kerjanya lagi. Sejujurnya, saya puas dengan semua pemain," paparnya.
Soal Che Adams, Abate membuka kartu mengenai spekulasi transfer yang membayangi sang striker sepanjang musim panas. "Saya langsung berbicara dengannya dan mengatakan akan senang jika dia bertahan. Dia punya kekuatan di kakinya, bisa memegang bola sendirian di lini depan, dan tahu di mana gawang berada. Dia krusial bagi kami. Selalu ada dinamika pasar transfer yang mengganggu, tetapi dari pihak kami, keinginan untuk mempertahankannya selalu ada," ungkap Abate. Kejelasan ini meredam rumor dan memberi kepastian bagi suporter.
Kemenangan ini tentu menjadi pelega bagi Abate yang sebelumnya mendapat tekanan setelah dua kekalahan beruntun. Namun, pekerjaan rumah belum selesai. Torino akan menghadapi ujian berat saat menjamu AS Roma yang tengah dalam tren positif. Pertanyaan besarnya: mampukah Torino mempertahankan semangat juang dan konsistensi permainan untuk meraih hasil positif beruntun? Jika ya, bukan tidak mungkin mereka akan merangkak naik ke papan tengah klasemen dan menjauh dari zona degradasi.



