Arsenal Siapkan Penerus Trossard dari Akademi: James Scanlon, Wonderkid Gibraltar yang Mencuri Perhatian
Baca dalam 60 detik
- Arsenal merekrut James Scanlon dari Manchester United pada akhir bursa transfer, pemain sayap 19 tahun yang dianggap punya kemiripan dengan Leandro Trossard.
- Scanlon tampil impresif di level junior, mencetak 14 gol dalam 14 laga U18 Premier League musim lalu, termasuk empat gol ke gawang Blackburn.
- Dengan minimnya tambahan amunisi di lini depan, Scanlon diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang untuk menggantikan peran Trossard di sayap kiri.

Arsenal mungkin gagal mendatangkan penyerang bintang pada bursa transfer musim panas ini, tetapi di balik layar, The Gunners diam-diam membangun fondasi masa depan. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah James Scanlon, pemain sayap berusia 19 tahun yang direkrut dari Manchester United pada menit-menit akhir penutupan jendela transfer. Pemain internasional Gibraltar ini disebut-sebut memiliki kemiripan gaya bermain dengan Leandro Trossard, dan gol perdananya untuk tim U21 Arsenal menjadi bukti awal.
Kegagalan Arsenal mendatangkan penyerang baru untuk menemani Christos Tzolis di lini depan memang menjadi sorotan. Andrea Berta, direktur olahraga klub, hanya berhasil mengamankan Bruno Guimaraes sebagai pembelian marquee, itupun dengan cara yang membuat Newcastle United geram. Namun, di tengah kekecewaan suporter, jajaran akademi Arsenal justru kedatangan beberapa talenta muda menjanjikan, termasuk Scanlon yang sebelumnya menimba ilmu di Old Trafford.
Scanlon, yang lahir di Gibraltar dan telah mengoleksi 24 caps bersama tim nasionalnya, bukanlah nama asing di level junior. Sebelum pindah ke Arsenal, ia tercatat tampil 51 kali untuk tim U21 Manchester United dan menjadi langganan di Premier League 2. Meski belum pernah merasakan debut tim utama, produktivitasnya di level usia muda sulit diabaikan. Pada musim 2024/25, ia mencetak 14 gol dalam 14 pertandingan U18 Premier League, termasuk empat gol saat melawan Blackburn Rovers U18.
Yang menarik, gol pertamanya untuk Arsenal U21 melawan Brighton pekan ini memperlihatkan ciri khas seorang pemain sayap modern: menerima bola di sisi kiri, memotong ke dalam, lalu melepaskan tembakan melengkung ke sudut gawang. Pola seperti ini mengingatkan pada cara Trossard bermain. Selain itu, Scanlon juga piawai menggunakan kedua kaki, sebuah keunggulan yang membuatnya sulit diprediksi bek lawan.
Pelatih Mikel Arteta memang dikenal gemar memoles pemain muda. Sebelumnya, ia sempat memuji Christos Tzolis yang disebutnya memiliki kemiripan dengan Trossard dalam hal pergerakan dan kemampuan menghubungkan permainan. Kini, Scanlon diharapkan bisa mengikuti jejak serupa. Fleksibilitasnya menjadi nilai tambah: meski posisi favoritnya di sayap kiri, ia juga pernah dimainkan sebagai sayap kanan dan gelandang serang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Arsenal selama ini menjadi klub favorit banyak penggemar di Tanah Air, dan keberhasilan akademi mereka melahirkan pemain seperti Bukayo Saka bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola usia muda di Indonesia. Jika Scanlon berhasil menembus tim utama, ia akan menjadi contoh nyata bahwa investasi jangka panjang pada pemain muda bisa bersaing dengan pembelian mahal.
Namun, jalan Scanlon masih panjang. Ia harus bersaing dengan pemain-pemain senior seperti Gabriel Martinelli dan Tzolis yang juga mengincar posisi di sayap kiri. Meski begitu, dengan minimnya tambahan pemain di lini depan, bukan tidak mungkin Arteta akan memberi kesempatan kepadanya dalam beberapa kesempatan di musim ini. Pertanyaannya, akankah Scanlon mampu memanfaatkan peluang tersebut dan menjadi pewaris sah takhta Trossard di Emirates Stadium?



