Aktris Taiwan Tsai Yi-chen Minta Maaf usai Rusak Monumen Kuil di Jepang: 'Saya Bodoh dan Tak Tahu Aturan'
Baca dalam 60 detik
- Tsai Yi-chen, pemeran film 'Our Times', mengaku bersalah dan meminta maaf secara terbuka setelah diduga menyiramkan minyak ke monumen batu di Kuil Yakushiji, Nara, Jepang.
- Insiden yang terjadi pada April lalu ini berujung pada penahanan aktris tersebut oleh otoritas Jepang pada Agustus, dan ia baru dibebaskan pada 2 September setelah proses investigasi.
- Permintaan maaf yang ditulis dalam bahasa Mandarin dan Jepang ini menjadi sorotan karena melibatkan situs warisan dunia UNESCO, serta memicu diskusi tentang pentingnya memahami hukum dan budaya lokal saat bepergian.

Aktris Taiwan berusia 39 tahun, Tsai Yi-chen, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas aksi vandalisme yang dilakukannya di Jepang. Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial pada Kamis (3/9), ia mengaku menyesali perbuatannya yang dianggap 'bodoh dan tidak tahu aturan' setelah kedapatan menuangkan minyak ke sebuah monumen batu di kawasan Kuil Yakushiji, Nara.
Kuil Yakushiji sendiri bukan bangunan sembarangan. Situs ini merupakan salah satu dari delapan komponen penyusun 'Monumen Bersejarah Nara Kuno' yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Aksi Tsai yang terjadi pada April lalu itu pun langsung menarik perhatian otoritas setempat dan berujung pada proses hukum yang berlarut-larut.
Dalam unggahannya, Tsai mengungkapkan bahwa ia baru dibebaskan dari pemeriksaan pada Selasa malam (2/9) setelah menjalani investigasi intensif di Jepang. Ia menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada masyarakat Jepang dan pengelola kuil, seraya mengakui bahwa tindakannya telah menimbulkan keresahan dan kerugian.
Menurut laporan media Jepang, saat ditangkap pada Agustus lalu, Tsai sempat mengaku kepada polisi bahwa aksinya tersebut merupakan bagian dari ritual doa pribadi. Ia mengaku menuangkan minyak pada benda-benda yang dianggapnya menyentuh hati. Namun, pengakuan itu justru menuai kritik karena dianggap tidak masuk akal dan tidak menghormati nilai budaya setempat.
Dalam pernyataan tertulisnya, Tsai mengakui bahwa selama proses pemeriksaan, ia mulai menyadari pentingnya memahami budaya, sejarah, dan hukum negara lain sebelum bertindak. "Saya tidak punya alasan atas kebodohan dan kecerobohan saya," tulisnya, seperti dikutip dari unggahan resminya. Ia juga menambahkan bahwa apa pun motivasinya saat itu, ia seharusnya lebih bijak dan berhati-hati.
Karier Tsai Yi-chen sebenarnya cukup dikenal di kawasan Asia. Namanya melambung lewat film populer tahun 2015, Our Times, serta drama Taiwan Summer & Summer yang dibintanginya bersama aktor Joseph Cheng. Sebelumnya, pada 2023, ia juga sempat menjadi sorotan setelah mengaku menjadi korban penipuan yang menyasar turis di Singapura.
"Karena kebodohan dan tindakan saya sendiri, saya telah menyinggung Kuil Yakushiji di Jepang dan menyebabkan masalah serta kerugian bagi masyarakat Jepang. Saya dengan tulus meminta maaf yang sedalam-dalamnya kepada semua orang di Jepang dan semua pihak di Kuil Yakushiji yang terkena dampaknya." โ Tsai Yi-chen
Bagi wisatawan Indonesia yang kerap berkunjung ke Jepang, kasus ini menjadi pengingat penting. Jepang memiliki aturan ketat terkait perlindungan situs budaya dan benda bersejarah. Tindakan yang dianggap sepele, seperti mencorat-coret atau merusak properti kuil, bisa berujung pada hukuman berat, termasuk denda besar atau penjara. Apalagi jika menyangkut bangunan yang dilindungi UNESCO, sanksinya bisa lebih tegas.
Ke depan, kasus Tsai Yi-chen tidak hanya menjadi pelajaran bagi para pelancong, tetapi juga memicu pertanyaan tentang bagaimana selebritas dan publik figur seharusnya bersikap ketika berada di negara dengan latar budaya berbeda. Apakah cukup dengan permintaan maaf publik, ataukah ada konsekuensi hukum yang harus tetap dijalani? Hingga kini, proses hukum di Jepang masih terus berjalan, dan publik menunggu apakah ada sanksi tambahan yang akan dijatuhkan kepada aktris tersebut.



