Take That Rilis Single Country 'Feel My Love' dan Umumkan Tur Eropa 2027: Strategi Baru Setelah Circus Live Berakhir
Baca dalam 60 detik
- Take That meluncurkan single terbaru 'Feel My Love' yang bergaya country, hasil kolaborasi dengan penulis lagu papan atas, sebagai bagian dari album kesepuluh 'Dreamers'.
- Tur Dreamers 2027 akan menjadi tur Eropa terbesar mereka dalam beberapa tahun, dengan 31 pertunjukan di 16 negara, dimulai dari Zurich pada Juni 2027.
- Setelah sukses Circus Live, Gary Barlow mengakui adanya 'post-tour slump' dan mengisyaratkan arah baru yang lebih segar, yang juga menjadi daya tarik bagi penggemar di Indonesia.

Grup pop legendaris asal Inggris, Take That, kembali menyapa penggemar dengan warna musik baru. Mereka baru saja merilis single berjudul "Feel My Love" yang mengusung nuansa country, sekaligus mengumumkan jadwal tur Eropa bertajuk Dreamers Tour yang akan berlangsung pada 2027. Langkah ini menjadi sinyal transformasi besar bagi band yang telah malang melintang lebih dari tiga dekade, terutama setelah mereka menuntaskan tur spektakuler Circus Live.
Single "Feel My Love" merupakan hasil kolaborasi dengan penulis lagu papan atas, yaitu Jamie Scott dan Mike Needle, yang dikenal lewat karya-karya mereka untuk One Direction, Justin Bieber, hingga Ed Sheeran. Lagu ini juga melibatkan penyanyi-penulis lagu Irlandia-Amerika, Michael Patrick Kelly. Kehadiran nama-nama besar di balik layar menunjukkan ambisi Take That untuk tetap relevan di industri musik yang terus berubah. Lagu ini menjadi pengantar menuju album studio kesepuluh mereka yang bertajuk "Dreamers", yang dijadwalkan rilis tahun ini.
Pergeseran gaya musik ke arah country terlihat jelas dalam "Feel My Love", yang mengedepankan harmoni vokal khas Take That. Sebelumnya, mereka telah merilis dua single lain, "You're A Superstar" dan "Sweet July", yang juga menjadi bagian dari album "Dreamers". Pilihan untuk mengeksplorasi genre country bisa dibaca sebagai upaya band untuk menjangkau audiens baru di Amerika Serikat, pasar musik terbesar di dunia, sambil tetap mempertahankan basis penggemar setia mereka di Eropa dan Asia.
Pengumuman tur ini datang tidak lama setelah Gary Barlow, vokalis utama, secara terbuka mengungkapkan perasaan hampa pasca-tur Circus Live yang baru saja berakhir. Dalam sebuah video di Instagram, ia mengaku merasa seperti "jatuh dari tebing" setelah pertunjukan terakhir di Dublin pada 4 Juli lalu. Barlow juga menyatakan bahwa Circus Live tidak akan diadakan untuk ketiga kalinya karena tuntutan fisik yang sangat berat. Pernyataan ini menjadi pengakuan jujur tentang sisi emosional yang sering dialami musisi setelah menjalani tur panjang, sebuah fenomena yang dikenal sebagai post-tour depression.
Barlow juga menyapa para penggemar yang mungkin merasakan hal serupa, seraya memberi kode tentang masa depan band. "Saya bisa berlari bersama Circus dua kali. Sekarang saya berlari menuju pertunjukan baru kami yang menarik," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa Take That tidak berhenti berinovasi, dan Dreamers Tour adalah bukti nyata dari semangat tersebut. Tur ini akan menjadi tur Eropa terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir, dengan 31 pertunjukan di 16 negara, dimulai dari Zurich pada 3 Juni dan berakhir di Tüßling, Jerman, pada 23 Juli 2027. Tiket sudah mulai dijual, dan detail lengkap dapat diakses di situs resmi mereka.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menarik, meskipun tidak ada jadwal Asia dalam pengumuman awal. Namun, sejarah menunjukkan bahwa Take That kerap menyertakan Asia dalam tur dunia mereka. Jika melihat antusiasme penggemar musik era 90-an di Indonesia yang masih tinggi, bukan tidak mungkin Jakarta atau kota besar lainnya akan masuk dalam daftar tambahan yang dijanjikan. Selain itu, fenomena post-tour slump yang diungkapkan Barlow juga relevan dengan industri musik Indonesia, di mana para musisi lokal kerap mengalami tekanan mental setelah konser besar. Hal ini menyoroti pentingnya kesehatan mental bagi para seniman, sebuah isu yang semakin mendapat perhatian di tanah air.
Keberhasilan Circus Live di Manchester, yang menjadi siaran langsung musik paling banyak ditonton di Inggris setelah ditayangkan Amazon Music, menunjukkan bahwa Take That masih memiliki daya tarik besar. Ditambah dengan dokumenter Netflix di balik layar, band ini berhasil menjangkau generasi baru penggemar. Kini, dengan single country dan tur besar yang menanti, pertanyaannya adalah: apakah langkah berani ini akan membawa Take That meraih kesuksesan yang lebih besar lagi, atau justru menjadi tantangan tersendiri di tengah persaingan industri musik yang semakin ketat? Semua akan terjawab seiring perilisan album "Dreamers" dan bergulirnya tur pada 2027.



