Inde Navarrette Bintangi Thriller Fiksi Ilmiah 'The Waffle House Index' untuk Apple
Baca dalam 60 detik
- Aktris Obsession, Inde Navarrette, dikonfirmasi membintangi film thriller fiksi ilmiah The Waffle House Index yang diadaptasi dari skenario Black List 2025.
- Proyek ini diproduksi oleh Plan B milik Brad Pitt dan diakuisisi Apple Original Films dengan nilai tujuh digit, menandai langkah besar karier Navarrette.
- Film ini mengangkat indeks nyata FEMA tentang ketahanan restoran Waffle House saat bencana, yang menjadi latar kisah surealis seorang pelayan menghadapi kiamat.

Setelah mencuri perhatian lewat film horor Obsession dan dikonfirmasi memerankan Rogue di jagat X-Men, aktris muda Inde Navarrette kembali mengunci proyek ambisius: membintangi sekaligus menjadi produser eksekutif film thriller fiksi ilmiah berjudul The Waffle House Index. Kabar ini diumumkan The Hollywood Reporter dan langsung menjadi perbincangan hangat di industri hiburan global.
Film yang diakuisisi Apple Original Films ini diadaptasi dari skenario Andrew Nunnelly yang masuk daftar Black List 2025โdaftar tahunan skenario terbaik yang belum diproduksi di Hollywood. Sumber menyebut naskahnya dibeli dengan nilai tujuh digit, angka yang jarang terjadi untuk film dengan premis non-mainstream. Louis Paxton, yang dikenal lewat karya-karya bergenre, akan duduk di kursi sutradara.
Premisnya sendiri terdengar liar: seorang pelayan Waffle House yang mengalami hari buruk harus bertahan saat shift malam berubah menjadi mimpi buruk ketika seorang pria bersenjata masuk. Dari sana, kekacauan meluas menjadi banjir besar, serangan buaya, ledakan nuklir, hingga invasi alien. Di tengah kekacauan itu, ia menemukan bunker ajaib di bawah restoran. Judul film merujuk pada indeks informal yang digunakan FEMA untuk mengukur tingkat keparahan bencana alam berdasarkan kondisi operasional restoran Waffle House yang buka 24 jamโindikator hijau berarti layanan penuh, kuning berarti pasokan terbatas, dan merah berarti restoran tutup karena kondisi tidak aman.
Bagi pengamat industri, proyek ini menegaskan tren Hollywood yang semakin berani mengangkat premis absurd dengan sentuhan horor dan komedi gelap. Navarrette sendiri, dalam wawancara dengan Nylon pada Juli lalu, mengaku tertarik pada cerita yang mengeksplorasi rasa malu dan trauma melalui genre horor. "Saya sangat menyukai ide suspense/thriller/horor dan apa yang termasuk dalam payung perasaan terburuk yang pernah Anda rasakan," ujarnya. "Bagaimana cerita-cerita itu diceritakan? Horor melakukannya dengan indah melalui rasa malu dan trauma."
Karier Navarrette memang sedang menanjak. Sebelum Obsession, ia tampil di serial 13 Reasons Why dan Superman & Lois. Namun, ia sadar bahwa kesuksesan Obsession bisa dianggap kebetulan. "Saya ingin membuktikan bahwa itu bukan hanya kilat dalam botol," katanya. "Ini adalah sesuatu yang sangat saya cintai dan ingin terus lakukan, tetapi tentu butuh waktu. Saya ingin orang-orang percaya bahwa saya memiliki kemampuan itu." Ia bahkan mengaku siap menerima kegagalan publik demi proses belajar.
Bagi penikmat film di Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bahwa aktor muda bisa melompat dari film indie ke produksi besar dalam waktu singkat. Industri perfilman Tanah Air pun perlahan mulai mengikuti pola serupa, di mana sineas muda berani mengangkat premis lokal yang tidak biasa. Pertanyaannya, apakah The Waffle House Index akan menjadi tontonan yang memuaskan atau justru terlalu absurd untuk dicerna? Dengan kombinasi Navarrette, Plan B, dan Apple, proyek ini layak dinantikan.



