Warisan Rp18 Miliar Rob Grant, Kreator Red Dwarf, Mengalir ke Istri
Baca dalam 60 detik
- Rob Grant, kreator sitkom fiksi ilmiah Red Dwarf, meninggalkan warisan senilai £932.534 atau sekitar Rp18 miliar untuk istrinya, Kathryn Grant.
- Grant meninggal mendadak pada 25 Februari lalu, meninggalkan properti di Spanyol yang diurus melalui wasiat terpisah.
- Warisan tersebut mencerminkan kesuksesan Red Dwarf yang sempat ditonton lebih dari 8 juta pemirsa dan menjadi salah satu sitkom BBC paling ikonik.

Rob Grant, sosok di balik layar sitkom legendaris BBC, Red Dwarf, baru saja mengungkapkan babak akhir hidupnya melalui dokumen probate: ia mewariskan hampir satu juta pound sterling kepada istrinya, Kathryn Grant. Angka itu setara dengan lebih dari Rp18 miliar, sebuah jumlah yang menegaskan betapa besarnya nilai karya komedian yang meninggal mendadak di usia 70 tahun pada akhir Februari lalu.
Berdasarkan catatan pengadilan yang diperoleh media Inggris, The Sun, total aset Grant di Inggris mencapai £932.534 setelah dikurangi utang dan biaya administrasi. Wasiat yang ditandatanganinya pada November 2015 itu menunjuk Kathryn sebagai pelaksana tunggal untuk seluruh aset di luar Spanyol. Sementara itu, properti yang dimilikinya di negara matador tersebut akan diurus melalui wasiat terpisah, sebuah pengaturan yang lazim bagi mereka yang memiliki aset di lebih dari satu yurisdiksi.
Kepergian Grant pada 25 Februari mengejutkan banyak pihak, termasuk para penggemar setia Red Dwarf yang tersebar di berbagai belahan dunia. Pengumuman duka yang disampaikan melalui situs penggemar Ganymede and Titan menyebut kepergiannya sebagai kehilangan besar bagi keluarga, teman, dan penggemar komedi di seluruh dunia. Craig Charles, yang memerankan Dave Lister dalam serial tersebut, langsung meluapkan kesedihannya di media sosial X. Ia menyebut Grant sebagai salah satu orang paling lucu yang pernah ditemuinya, seorang visioner yang pengaruhnya terhadap jalan hidupnya tak terukur.
Red Dwarf, yang pertama kali tayang pada 1988, bukan sekadar sitkom biasa. Dengan latar fiksi ilmiah dan humor khas Inggris, serial ini berhasil bertahan hingga 12 musim dan pernah menarik lebih dari 8 juta penonton dalam satu episode. Kesuksesan itu tidak lepas dari peran Grant bersama Doug Naylor yang menciptakan karakter-karakter ikonik seperti Dave Lister, Arnold Rimmer, dan si robot Cat. Namun, di balik gemerlap kesuksesan, hubungan keduanya retak pada 1993, memaksa Grant hengkang dari proyek yang ia rintis.
Sebelum Red Dwarf, Grant telah malang melintang di industri hiburan Inggris. Ia menulis untuk sejumlah acara seperti Wrinkles, A Kick Up the Eighties, dan The News Huddlines, serta menjadi editor naskah untuk Spitting Image, acara satir boneka yang melegenda pada era 1980-an. Setelah meninggalkan Red Dwarf, ia tetap produktif dengan berkarya di ranah radio, termasuk The Strangerers, Quanderhorn, dan The Nether Regions.
"Dia adalah salah satu orang paling lucu yang pernah saya temui. Seorang visioner. Dampak yang dia dan Doug berikan pada jalan hidup saya tak terukur," tulis Craig Charles di X, mengenang Grant.
Bagi penggemar komedi di Indonesia, Red Dwarf mungkin bukan nama yang asing, terutama bagi mereka yang mengikuti perkembangan sitkom Inggris lewat kanal-kanal internasional. Meski tidak sepopuler Fawlty Towers atau Mr. Bean di Tanah Air, Red Dwarf memiliki basis penggemar setia yang mengapresiasi humor satir dan elemen fiksi ilmiahnya. Fenomena ini mengingatkan bahwa industri kreatif global sering kali melahirkan karya-karya yang melampaui batas negara, dan warisan seorang kreator seperti Grant menjadi bukti nyata bahwa ide-ide brilian dapat memberikan dampak finansial dan kultural yang langgeng.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah bagaimana warisan kreatif Grant akan dilanjutkan. Dengan Red Dwarf yang masih memiliki basis penggemar hingga kini, mungkinkah ada proyek baru yang akan mengangkat kembali nama Grant? Atau justru warisan tersebut akan menjadi penutup tuntas dari sebuah era komedi Inggris yang telah memberikan begitu banyak tawa? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: jejak Grant dalam dunia hiburan akan terus dikenang, baik melalui karya-karyanya maupun melalui warisan yang ia tinggalkan untuk orang-orang terkasihnya.



