Jadwal Bebas Sean 'Diddy' Combs Mundur Lagi: Ada Apa di Balik Perubahan Tanggal?
Baca dalam 60 detik
- Berdasarkan catatan Biro Penjara Federal AS, Sean Combs dijadwalkan keluar dari Fort Dix pada 5 Februari 2028, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
- Perubahan tanggal ini terjadi setelah insiden perkelahian dengan sesama narapidana yang berujung pada hukuman isolasi, meski alasan resmi tidak diungkap.
- Di tengah proses banding atas vonisnya, kasus Combs tetap menjadi sorotan karena melibatkan dakwaan prostitusi dan gugatan perdata lainnya.

Jadwal pembebasan Sean 'Diddy' Combs dari penjara federal kembali berubah. Pria 56 tahun itu kini dijadwalkan meninggalkan Lembaga Pemasyarakatan Federal di Fort Dix, New Jersey, pada 5 Februari 2028, menurut catatan resmi yang dilaporkan Page Six, Kamis (3/9/2026). Perubahan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah ia dilaporkan keluar dari sel isolasi akibat terlibat perkelahian dengan narapidana lain.
Combs, pendiri Bad Boy Records, tengah menjalani hukuman 50 bulan setelah dinyatakan bersalah pada 2025 atas dua dakwaan transportasi untuk prostitusi. Ia dinyatakan bebas dari tuduhan yang lebih berat, seperti perdagangan seks dan konspirasi pemerasan. Sepanjang masa hukumannya, tanggal pembebasan Combs telah bergeser beberapa kali, memicu spekulasi tentang kondisinya di dalam penjara.
Data Biro Penjara Federal yang ditinjau ABC News pada Juli menunjukkan perkiraan pembebasan sempat maju dari 23 Februari 2028 menjadi 24 Januari 2028, tanpa alasan jelas. Belakangan, tanggal tersebut mundur ke 20 Februari sebelum akhirnya ditetapkan menjadi 5 Februari. Fluktuasi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana perilaku narapidana dapat memengaruhi perhitungan masa hukuman, terutama di tengah laporan insiden yang melibatkan Combs.
Menurut laporan TMZ pada Juli, Combs terlibat cekcok dengan penghuni lain yang diduga menghinanya. Keduanya sempat terlibat adu fisik sebelum petugas memisahkan mereka. Akibat kejadian itu, Combs ditempatkan di sel isolasi, meski kemudian dilaporkan telah dikeluarkan pada Agustus. Biro Penjara Federal menolak berkomentar, dengan alasan privasi dan keamanan. โKami tidak merilis informasi mengenai kondisi penahanan narapidana mana pun,โ demikian pernyataan resmi mereka kepada Page Six.
Kasus Combs menjadi pengingat akan kompleksitas sistem peradilan AS, terutama bagi figur publik. Vonis yang dijatuhkan pada 2025 merupakan hasil persidangan federal yang menyita perhatian publik. Combs dinyatakan bersalah melanggar Mann Act, undang-undang yang melarang pengangkutan orang untuk tujuan prostitusi, tetapi dibebaskan dari tuduhan konspirasi pemerasan dan dua dakwaan perdagangan seks. Hukuman 4 tahun 2 bulan yang dijatuhkan pun tengah diajukan banding oleh tim kuasa Combs.
Pada April lalu, pengacara Combs menghadap Pengadilan Banding Sirkuit Kedua di Manhattan untuk meminta pembatalan vonis atau pengurangan hukuman. Ketua panel hakim, William Nardini, menggambarkan kasus ini sebagai โsangat sulitโ, menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para hakim. Keputusan banding ini akan menjadi penentu apakah Combs bisa bebas lebih cepat atau tetap menjalani hukuman hingga 2028.
Bagi penggemar musik di Indonesia, kasus ini mungkin terasa jauh, tetapi memiliki relevansi tersendiri. Combs adalah ikon yang karyanya, seperti "I'll Be Missing You" dan "Bad Boy for Life", pernah populer di Tanah Air. Perjalanan hukumnya menjadi pelajaran tentang bagaimana industri hiburan global berhadapan dengan isu hukum dan etika. Di era di mana gerakan #MeToo dan kesadaran akan kekerasan seksual semakin menguat, kasus Combs menjadi contoh bagaimana figur publik dapat kehilangan legitimasi di mata publik.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah banding Combs akan berhasil dan bagaimana hal itu memengaruhi persepsi publik terhadapnya. Jika banding ditolak, ia harus menjalani hukuman hingga 2028, tetapi jika dikabulkan, ia bisa bebas lebih awal. Yang jelas, kasus ini belum selesai. Banyak pihak akan terus mengawasi setiap perkembangan, termasuk kemungkinan perubahan jadwal pembebasan yang masih bisa terjadi.



