Kacey Musgraves Balas Kritik Penggemar soal Properti Panggung Vulgar: 'Mungkin Kau Bisa Berdiri di Depannya'
Baca dalam 60 detik
- Bintang country Kacey Musgraves meluncurkan tur Middle of Nowhere dengan properti panggung berupa bola disko raksasa berbentuk testis, memicu reaksi beragam dari penggemar.
- Pelantun 'Rhinestoned' itu merespons kritik dengan candaan khasnya, bahkan melibatkan neneknya dalam lelucon di atas panggung.
- Di balik kemeriahan tur, Musgraves mengungkap momen haru saat neneknya dilarikan ke rumah sakit ketika syuting video klip lagu kontroversial 'Dry Spell'.

Kacey Musgraves, penyanyi country peraih delapan Grammy, melancarkan respons pedas namun jenaka kepada seorang penggemar yang mengkritik properti panggungnya yang berbentuk alat kelamin pria. Dalam tur bertajuk Middle of Nowhere yang baru dimulai di Chicago pada 21 Agustus, Musgraves tampil dengan dua bola disko raksasa berkilau yang secara anatomis menyerupai testis, langsung memancing pro dan kontra di kalangan penggemar.
Kritik tersebut muncul di kolom komentar unggahan Instagram Musgraves. Seorang pengguna dengan tegas menulis, "Aku tidak bisa mendukung testis besar itu, maaf." Menanggapi hal itu, penyanyi berusia 38 tahun ini membalas dengan singkat, "Mungkin kau bisa berdiri di depannya." Jawaban itu sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial, menunjukkan bahwa Musgraves tidak gentar menghadapi reaksi negatif atas pilihan artistiknya yang berani.
Properti panggung yang tidak lazim ini digunakan Musgraves saat membawakan lagu Rhinestoned. Ia bahkan mengendarainya di atas panggung sambil bergurau kepada penonton, "Beginilah jadinya ketika tidak ada yang melarangku." Di momen lain, saat neneknya yang akrab disapa Nana hadir di salah satu konser, Musgraves melontarkan candaan, "Butuh keberanian besar untuk tampil di sini setiap malam. Butuh dua bola besar yang berkilau dan berbentuk anatomis. Nana selalu bilang, 'Sayang, kalau kau lakukan sesuatu, lakukanlah dengan besar dan berkilau.' Nana, apakah ini yang kau maksud?"
Namun, di balik kegembiraan tur, terdapat kisah mengharukan yang baru terungkap. Musgraves menceritakan bahwa saat syuting video klip untuk lagu Dry Spellโyang sarat dengan citra seksual dan dibuka dengan adegan memegang terongโia menerima kabar bahwa Nana dilarikan ke rumah sakit karena mengalami "insiden tekanan darah tinggi yang ekstrem". Sang penyanyi langsung meninggalkan lokasi syuting dan menangis di telepon, khawatir neneknya tidak akan sempat melihat hasil karyanya.
"Aku tidak tahu apakah dia akan tertawa. Sebenarnya, di tengah syuting video, aku dapat pesan dari ayahku bahwa Nana harus dilarikan ke rumah sakit. Dia mengalami insiden tekanan darah tinggi yang menakutkan. Jadi aku harus pergi, dan aku menangis di telepon, berkata, 'Kalau Nana selamat, dia pasti akan membenci video ini!'", kenang Musgraves kepada People.
Lagu Dry Spell sendiri merupakan bagian dari album terbarunya yang juga bertajuk Middle of Nowhere. Dalam lagu tersebut, Musgraves untuk pertama kalinya berbicara tentang masturbasi, sebuah tema yang jarang diangkat dalam musik country. "Aku tidak pernah bicara tentang kepuasan diri sendiri sebelumnya. Jadi itu hal pertama bagiku: 'Duduk di mesin cuci.' Itu bukan kalimat favorit nenekku, tapi kalimat favoritku, kurasa," ujarnya.
Kontroversi semacam ini sebenarnya bukan hal baru bagi Musgraves. Sebelumnya, ia dikenal dengan lagu-lagu yang mengeksplorasi seksualitas dan kebebasan berekspresi, seperti dalam album Golden Hour yang memenangkan Album of the Year di Grammy 2019. Namun, penggunaan properti panggung yang vulgar ini menunjukkan keberaniannya untuk terus mendorong batas-batas norma dalam industri musik country yang cenderung konservatif.
Bagi penggemar di Indonesia, fenomena ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana seorang artis papan atas berani mengambil risiko artistik demi mengekspresikan diri, meskipun berpotensi menuai kritik. Di tengah industri musik Indonesia yang mulai terbuka terhadap berbagai tema, langkah Musgraves bisa menjadi bahan diskusi tentang batas-batas kreativitas dan sensor.
Ke depannya, akankah tur Middle of Nowhere terus memicu perdebatan serupa di kota-kota lain? Atau justru semakin banyak penggemar yang terhibur dengan keberanian Musgraves? Yang jelas, penyanyi yang pernah membawakan lagu Follow Your Arrow ini kembali membuktikan bahwa ia tidak pernah takut untuk berbeda.



